Waspada Bahaya El Nino, BPBD Samarinda Antisipasi Adanya Potensi Karhutla

kaltim_akurasi
246 Views

Memasuki pergantian musim membuat BPBD Samarinda waspada bahaya el nino. Kewaspadaan akan bahaya el nino itu tak lepas dari potensi karhutla yang selalu mengintai.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda tampaknya mulai mengambil langkah siaga memasuki masa pergantian musim. Pasalnya, potensi el nino dalam pergantian musim sangat rawan akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Samarinda Suwarso mengakui, upaya kesiap-siagaan sejak dini bukan tanpa sebab. Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa di Indonesia akan terjadi el nino sejak akhir Juni hingga September 2023.

Namun, kata Suwarso, berdasarkan pantauan garis khatulistiwa, hujan diperkirakan bisa turun sebanyak  lima kali dalam sebulan. Salah satu bencana yang dapat terjadi ketika el nino adalah kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai langkah antisipasi, ia menyebut, pihaknya telah menyiapkan peralatan dan personel untuk penanganan. Bahkan dalam beberapa waktu kedepan akan dilaksanakan apel persiapan karhutla.

Untuk wilayah Samarinda sendiri, dikatakan Suwarso, potensi terjadinya karhutla terbilang sangat tipis. Sebab, dari sisi geografis, Samarinda bukan daerah kawasan hutan. Kendati demikian, ia menyebutkan, kalau ada empat kecamatan yang punya potensi karhutla. Sehingga perlu mendapatkan perhatian BPBD Samarinda.

“Empat kecamatan itu, yakni Sungai Kunjang, Sambutan, Samarinda Utara, dan Palaran,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika ada dua cara menghadapi karhutla. Yaitu melihat historis dan melakukan sosialisasi.

“Historisnya, karena kejadian tersebut pernah terjadi di empat kecamatan. Seperti dulu ada lahan yang terbakar bahkan ada orang yang ikut terbakar, karena tidak bisa keluar dari gubuk,” tuturnya.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan sosialisasi berupa peringatan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Kemudian tidak membuang puntung rokok sembarangan. Terakhir ikut memantau kondisi sekitar dan menginformasikan kepada BPBD jika ada potensi kebakaran lahan. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana