
Akurasi.id, Bontang – Sejak mulai diluncurkan Rabu (25/8/2021) lalu, layanan darurat Call Center 112 Bontang, hampir setiap harinya menerima 4-5 panggilan telepon iseng. Hal ini menandakan bahwasanya masih banyak masyarakat Kota Bontang yang belum memahami manfaat layanan Call Center 112.
“Setiap hari kami menerima setidaknya 4-5 panggilan telepon yang tidak sesuai dengan substansi call center 112 Bontang ini,” jelas Nur Alam, Kasi Tata Kelola Keamanan dan Persandian Diskominfo Bontang, kepada Akurasi.id, Minggu (12/09/2021).
Dia mengatakan, telepon iseng yang kerap diterima operator cukup mengganggu kinerja petugas. Sabtu (11/09/2021) kemarin misalnya, operator call center menerima telepon dari seorang ibu-ibu yang menanyakan jadwal keberangkatan Bus Patas.
“Tadi malam, sekitar pukul 11.30 Wita, ada ibu-ibu yang menanyakan jadwal keberangkatan bus. Jadi kami jelaskan bahwa call center ini hanya diperuntukkan untuk panggilan darurat,” ujarnya.
Bahkan, sebelum itu pihaknya juga menerima telepon dari seorang remaja yang melaporkan bahwa dia lupa password handphone miliknya. Operator telepon pun hanya menjawab seadanya. Dan menjelaskan kriteria gawat darurat yang seyogianya dilaporkan ke call center 112 Bontang.
Bukan hanya itu, Nur Alam bilang, beberapa hari lalu, mereka juga menerima panggilan telepon dari masyarakat Bontang, dengan laporan bahwa dirinya sedang terkunci di dalam kamar mandi. Operator yang bertugas pun mengintruksikan kepada penelpon untuk meminta pertolongan kepada keluarga atau ketua RT setempat.
“Saya heran, kok ada yang bawa handphone ke kamar mandi. Jadi kami arahkan untuk menelpon keluarganya atau menghubungi ketua RT, agar segera dapat pertolongan,” tuturnya.
[irp]
Tak hanya telepon iseng, panggilan ghost juga kerap diterima call center 112 Bontang. Seringkali ada penelpon yang tidak bersuara ketika petugas merespons panggilan masuk tersebut. Bahkan terkadang ada yang menelpon sambil tertawa lalu mematikan sambungan teleponnya. Hal itu terjadi hampir setiap harinya.
“Sering ada panggilan masuk tapi tidak ada suara. Ada juga penelpon yang langsung mematikan sambungan ketika operator merespons. Lalu, tak lama kemudian menelepon lagi dengan nomor yang sama,” ujarnya.
Meski pihaknya acap kali menerima telepon iseng dan ghost. Operator yang bertugas tetap menerima setiap panggilan yang masuk. Dan menjelaskan substansi sebenarnya hanya diperuntukkan untuk panggilan darurat saja.
“Telepon iseng itu sudah makanan sehari-hari kami. Tapi tetap kami layani, sekaligus melakukan sosialisasi,” tukasnya.
[irp]
Ke depan, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta akan melakukan pembenahan terkait layanan call center itu. “Ini kan masih baru, jadi kami akan gencarkan sosialisasi. Kemudian dua atau tiga bulan ke depan akan kami lakukan evaluasi secara menyeluruh,” kata Nur Alam
Sebagai informasi, Bontang Siaga 112 merupakan program prioritas Basri-Najirah. Inovasi itu untuk mempermudah masyarakat melapor jika ada peristiwa darurat. Semuanya telah terpusat ke layanan Bontang Siaga. Layanan call center ini menerima aduan yang diterima kominfo sebelum diteruskan ke instansi terkait.
[irp]
Sebagai contoh jika ada aduan terjadi kebakaran, maka operator call center akan langsung menyambungkan ke Dinas Pemadam Kebakaran. Ada beberapa layanan dalam call center 112 ini. Diantaranya DPPKB, BPBD, Dinas Perhubungan, PLN, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), dan RSUD Taman Husada. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id