Kaltim.akurasi.id, Bandung – YTR (29), perempuan yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun di Kabupaten Bandung, akhirnya menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya.
Dalam rekaman suara yang diterima keluarga korban, YTR mengaku kehilangan penglihatan akibat kekerasan yang diduga dilakukan oleh terduga pelaku berinisial Taufik Hidayat (30).
Kondisi tersebut membuat dirinya tidak mampu melarikan diri dan bergantung sepenuhnya kepada pelaku.
“Gak bisa karena udah gak bisa lihat. Jadi kalau misalkan disiksa terus saya mengeluarkan suara, saya disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana,” ujar YTR.
Korban mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar kos saat pelaku bekerja sebagai debt collector.
“Kalau dia pergi kerja, saya biasanya tidur di kosan. Kalau ikut keluar, saya disuruh pakai masker,” katanya.
YTR juga mengungkapkan dirinya kerap mengalami kekerasan fisik selama tinggal bersama terduga pelaku.
“Pertama mata dulu yang dihukum, terus telinga, terus kaki,” tuturnya.
Selain mengalami kekerasan, korban hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia mengaku hanya diberi makan satu kali dalam sehari.
“Makan sehari satu kali. Bahkan saya makan sendiri,” ujarnya.
Kesulitan akibat kehilangan penglihatan juga membuat korban jarang mandi dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
Untuk kebutuhan buang air besar, korban mengaku harus menggunakan popok sekali pakai.
“Paling kalau sehari-hari BAB harus pakai pampers,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, YTR mengaku terus berusaha bertahan dengan harapan bisa kembali bertemu keluarganya.
“Ya Allah, aku akhirnya pulang dalam keadaan apa pun. Sekalipun dalam keadaan mati, setidaknya orang tua harus lihat aku seperti apa,” ujarnya.
Kini korban menjalani perawatan medis dan pemulihan pasca ditemukan dalam kondisi luka-luka.
Sementara itu, Polda Jawa Barat masih memburu TF yang diduga bertanggung jawab atas penyekapan dan penganiayaan tersebut.
Polisi menyebut kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Salah satu mata korban dilaporkan telah kehilangan fungsi penglihatan, sementara mata lainnya memiliki peluang kecil untuk pulih.
Penyidik masih terus mendalami rangkaian kekerasan yang diduga dialami korban selama tiga tahun terakhir. (*)
Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id