Rumah warga Bontang terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Taman. Warga pun mulai lelah dengan banjir yang terus berulang tersebut.
Kaltim.akurasi.id, Bontang – Hujan tak sampai setengah jam, rumah warga Bontang terendam banjir. Seperti warga Kelurahan Bontang Baru, Gang Arumbia 1, RT 27, yang kembali harus merasakan banjir, Jumat (02/08/24).
Banjir yang menggenangi wilayah ini cukup tinggi, sekira betis orang dewasa. Bahkan hingga masuk ke rumah warga.
Lilis (49) bercerita, air merangsek dari drainase dekat rumahnya sekitar pukul 14.00 wita, saat hujan turun. Dilanjutkan Lilis, ketika hujan intens hanya 15 menit saja, air pun akan meluap dengan cepat.
Kondisi banjir ini, kata Lilis, bukan pertama kali ia rasakan. Pasalnya, wilayahnya tersebut sudah menjadi langganan banjir sejak bertahun tahun ia tinggal di sana.
Baca Juga
“Sejak dari pemimpin sebelumnya hingga berganti pemimpin, kondisi ini tidak berubah. Memang tidak separah dulu, hanya belum bisa teratasi sampai sekarang,” terangnya.
Dikatakan Lilis, solusi pemerintah yang hanya melakukan peninggian jalan di wilayahnya disebut bukan cara mengatasi banjir.
“Harusnyakan drainasenya diperbaiki, bukan meninggikan jalan hingga melebihi sebagian rumah. Karena air tetap naik dan masuk ke rumah warga,” imbuhnya.
Baca Juga
Senada dengan lilis, warga lain bernama Kosim menambahkan, Keluhan warga sudah sering disampaikan ke pemerintah berkali kali.
Warga di area tersebut kata Kosim, seakan diminta berdamai dengan kondisi tersebut. Kosim bersama warga lainya pun sudah berupaya meninggikan rumah mereka agar tak kena dampak banjir. Namun debit air yang kian tahun bertambah membuat usaha warga seakan sia sia.
“Sejak saya jadi ketua RT, hingga saya turun 2019 dan digantikan RT baru, kami selalu teriakan kondisi kami. Tapi hanya dikunjungi saja oleh pemerintah, tidak ada tindakan sampai saat ini,” tuturnya.
ia berharap pemerintah memperhatikan kondisi di wilayah mereka. Meski banjir ini surutnya lebih cepat, namun warga merasakan kerugian tak sedikit.
Mulai dari perabotan yang rusak akibat banjir, sampai harus merenovasi rumah mereka yang lumayan banyak makan biaya.
“Ini sudah tujuh kali saya tinggikan penghalang rumah biar air tidak masuk, kalau harus tinggikan lagi, uang dari mana? Kami lelah selalu waswas setiap hujan datang,” pungkasnya.
Baca Juga
Wartawan pun sudah berupaya mengonfirmasi Lurah Bontang Baru Bagus Susanto terkait keluhan banjir yang dialami warganya. Namun hingga berita ini diturunkan, Akurasi.id belum mendapat respons. (*)
Penulis : Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi Akurasi.id
