SMPN 2 Bontang Terapkan P5, Tanamkan Nilai Demokrasi dan Kebhinekaan Global

Suci Surya
175 Views

Kepala SMPN 2 Bontang menyebut P5 tidak hanya menjadi program tahunan, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpikir kritis, kreatif, dan bertindak sesuai nilai-nilai Pancasila.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah menyampaikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) telah dijalankan sejak tahun 2023. Program ini menjadi bagian integral dalam kurikulum merdeka untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan kebinekaan kepada para siswa.

Siti Chusuning menjelaskan, untuk kelas 8, tema P5 yang diangkat tahun ini adalah “Suara Demokrasi”. Salah satu implementasi temanya adalah melalui kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

“Prosesnya dimulai dari perekrutan pasangan calon (paslon), pembentukan tim sukses, hingga kampanye yang dilakukan secara terbuka. Kampanye dilakukan secara digital, termasuk melalui media sosial dan pembuatan poster,” ungkap wanita yang akrab disapa Nuning itu kepada media ini.

- Advertisement -
Ad image

Nuning memaparkan, pendekatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan demokrasi kepada siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan digital dan komunikasi mereka. “Melalui proses ini, siswa belajar pentingnya keberanian menyuarakan pendapat dan memahami mekanisme pemilihan yang sehat dan transparan,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut Nuning, untuk siswa kelas 7, tema yang diangkat adalah “Kebhinekaan Global”. Dalam tema ini, siswa didorong untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia dengan membuat scrapbook dan miniatur rumah adat dari berbagai daerah.

“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta budaya serta menghargai keberagaman yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” jelasnya.

P5 juga telah mencatatkan capaian positif sebelumnya. Tahun lalu, SMPN 2 Bontang mengusung tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya”, yang salah satu kegiatannya adalah pembuatan video pendek bertema anti-perundungan (anti-bullying).

Kegiatan tersebut dirancang untuk menyuarakan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang inklusif dan aman, terutama mengingat SMPN 2 memiliki 24 siswa penyandang disabilitas.

“Kami sangat menekankan pentingnya menyuarakan anti-bullying. Di sekolah kami, inklusi menjadi prioritas, sehingga seluruh siswa dapat belajar dan tumbuh bersama dalam lingkungan yang saling mendukung,” tutur Nuning.

Ia menambahkan, P5 tidak hanya menjadi program tahunan, tetapi juga mendorong siswa untuk aktif berpikir kritis, kreatif, dan bertindak sesuai nilai-nilai Pancasila. “Kami berharap program ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan toleransi tinggi,” tutupnya. (adv/disdikbudbontang/zul/uci)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana