Spesialis Paru RSUD Taman Husada Bontang Jelaskan Ancaman Rokok, Vape, dan Pod

Suci Surya
95 Views

Sebagai satu-satunya spesialis paru di RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dian memberikan layanan konsultasi dan penanganan untuk berbagai penyakit paru.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Tren gaya hidup anak muda yang semakin mengarah pada penggunaan rokok, vape, maupun pod (alat hisap tembakau elektronik, Red.) menjadi perhatian serius para tenaga medis. Salah satunya Spesialis Paru RSUD Taman Husada Bontang dr. Dian Ariani T., Sp.P.

Dia dengan tegas mengingatkan bahwa baik rokok konvensional maupun modern memiliki dampak berbahaya yang serupa terhadap kesehatan paru-paru.

“Rokok, vape, maupun pod, sama-sama berbahaya karena mengandung zat-zat racun,” jelas dr. Dian.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, semua produk ini memiliki kandungan nikotin, tar, dan berbagai bahan kimia lain yang berbahaya bagi sistem pernapasan.

“Zat-zat ini dihirup dan masuk ke dalam paru-paru. Partikelnya kecil sekali, sehingga bisa langsung masuk ke saluran napas, baik yang besar maupun yang kecil,” tambahnya.

Bahaya utama dari rokok, vape, dan pod adalah efeknya terhadap saluran napas yang bisa menyebabkan berbagai penyakit paru. Dalam hal ini dr. Dian menjelaskan bagaimana partikel kimia yang terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang berdampak pada kematian.

“Partikel kecil yang terhirup bisa mengendap di paru-paru, memicu peradangan, dan akhirnya menyebabkan sesak napas, batuk kronis, hingga gagal napas. Dalam kondisi yang berat dan tidak tertangani, ini bisa berujung pada kematian,” paparnya.

Banyak remaja bahkan dewasa yang masih menganggap remeh terhadap rokok elektrik kekinian. Hal yang mengejutkan, dr. Dian mengungkapkan bahwa vape justru 40 kali lebih berbahaya dibandingkan rokok.

“Itu yang kadang-kadang orang tidak sadar. Mereka pikir vape lebih aman, padahal faktanya justru lebih berat bagi paru-paru,” tegasnya.

Kandungan kimia dalam cairan vape dan ukuran partikelnya yang sangat kecil membuatnya jauh lebih mudah menembus jaringan paru-paru dan menyebabkan kerusakan lebih parah.

Tak hanya berdampak bagi pengguna aktif, bahaya ini juga mengancam orang-orang di sekitar yang terpapar asapnya.

“Perokok pasif juga berisiko sama. Jadi, baik yang menghisap langsung maupun yang tidak sengaja menghirup asapnya, sama-sama berbahaya,” terang dr. Dian.

Fenomena tren rokok elektronik dan vape yang kian marak di kalangan muda menjadi tantangan besar. Kecanggihan teknologi tidak mengurasi risiko dari bahaya rokok itu sendiri. Modern maupun konvensional, rokok tetap ancaman berbahaya yang bisa berubah menjadi maut.

“Anak muda sekarang banyak yang beralih ke vape karena dianggap lebih modern dan keren. Tapi ini justru lebih mengkhawatirkan, karena dampaknya tidak main-main bagi paru-paru,” imbuhnya.

Sebagai satu-satunya spesialis paru di RSUD Taman Husada Bontang, dr. Dian memberikan layanan konsultasi dan penanganan untuk berbagai penyakit paru. Menurutnya, edukasi mengenai risiko kesehatan dari rokok dan vape harus lebih gencar dilakukan untuk mencegah munculnya generasi dengan risiko penyakit paru yang tinggi.

“Saya praktik Senin sampai Jumat, setiap jam kerja rumah sakit. Saya sangat terbuka bagi pasien yang ingin konsultasi,” ujarnya.

Beliau berharap, masyarakat, terutama anak muda, lebih menyadari risiko merokok, vape, dan pod agar bisa mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Dengan edukasi yang terus digaungkan dan layanan kesehatan yang prima, RSUD Taman Husada Bontang berharap bisa menjadi benteng pertahanan bagi kesehatan paru-paru masyarakat Bontang.

“Jangan tunggu sampai parah, kalau sudah sesak napas atau batuk kronis, segera periksa,” tutupnya. (adv/rsudtamanhusadabontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana