Dispora Kaltim Bekali Konten Kreator agar Melek Etika dan Literasi Digital

Devi Nila Sari
106 Views

Dispora Kaltim ingin memastikan konten kreator melek terhadap etika dan literasi digital. Sehingga menghasilkan konten-konten yang bijak dan bertanggung jawab.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Di tengah derasnya arus informasi digital, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur berupaya membekali generasi muda agar tak hanya menjadi penikmat, tapi juga pencipta konten yang cerdas dan bertanggung jawab. Salah satunya melalui pelatihan literasi digital.

Kegiatan bertajuk “Bijak Bermedia Sosial dan Menjadi Konten Kreator yang Positif” ini diikuti oleh 150 peserta muda berusia 16 hingga 30 tahun. Mereka mendapat pembekalan tentang cara menyikapi perkembangan media sosial secara sehat dan produktif.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dispora Kaltim, Hasbar Mara mengatakan, pelatihan ini digagas sebagai respons atas makin maraknya penyalahgunaan media sosial, serta konten-konten tanpa arah yang beredar luas di kalangan pemuda.

- Advertisement -
Ad image

“Jangan sampai generasi muda hanya jadi penonton tren digital. Kita dorong mereka jadi aktor utama yang menyebarkan konten dengan nilai, bukan sekadar viral,” tegas Hasbar.

Ia menilai, bahwa kemampuan mengelola informasi dan menyampaikan gagasan melalui media sosial sudah menjadi kebutuhan dasar pemuda saat ini. Apalagi, ruang digital kini menjadi medan utama pengaruh dan narasi publik.

“Pemuda harus bisa menyaring, bukan sekadar menyerap informasi. Lebih dari itu, mereka harus berani bicara dan mengangkat potensi lokal lewat konten yang membangun,” jelasnya.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pelatihan keliling yang dijalankan Dispora Kaltim di sepuluh kabupaten dan kota. Dengan pendekatan wilayah bergilir, pemerintah provinsi ingin memastikan akses pembinaan digital tak hanya berpusat di kota besar.

Dispora Kaltim menegaskan bahwa media sosial bukan ancaman, melainkan peluang. Asalkan digunakan dengan etika, kreativitas, dan rasa tanggung jawab.

“Dunia digital adalah panggung besar. Tapi siapa yang tampil dan apa yang mereka sampaikan, itu yang menentukan arah perubahan. Pemuda harus jadi pelaku perubahan, bukan sekadar pengikut tren,” pungkasnya. (Adv/disporakaltim/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana