Minta UMKM Dibenahi, DPRD Samarinda Soroti Absennya Rumah Kemasan dan Galeri Produk Lokal

Devi Nila Sari
83 Views

DPRD Samarinda minta pemkot benahi UMKM. Utamanya berkenaan dengan ketersediaan rumah kemasan dan galeri produk lokal.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaKetua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyoroti sejumlah persoalan krusial yang masih membelit pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Tepian.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Perdagangan serta Dinas Koperasi dan UMKM, ia mendesak agar pemerintah kota segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat sektor UMKM.

Salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah belum tersedianya rumah kemasan sebagai fasilitas pendukung UMKM. Menurutnya, tampilan kemasan produk memiliki pengaruh besar terhadap daya saing di pasar, baik lokal maupun nasional.

- Advertisement -
Ad image

“Rumah kemasan tidak butuh anggaran besar, tapi dampaknya signifikan. UMKM kita butuh kemasan yang menarik agar bisa bersaing,” tegasnya.

Iswandi juga mendorong pembangunan galeri terpadu UMKM. Ia menilai, absennya ruang promosi khusus bagi produk-produk lokal menjadi penghambat bagi upaya pemasaran yang lebih luas.

“Kita masih bingung saat ingin memperkenalkan produk khas Samarinda ke tamu dari luar. Padahal, kalau ada galeri, promosi bisa jauh lebih efisien,” ujarnya.

Tak hanya itu, Samarinda dinilai tertinggal dibanding daerah lain dalam hal pengembangan pusat inovasi dan kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Untuk itu, ia mengusulkan dibangunnya creative hub sebagai ruang belajar, pengembangan, dan jejaring UMKM serta pelaku usaha muda.

“Creative hub bisa jadi motor penggerak UMKM kreatif. Di situ tempat ide-ide baru tumbuh,” katanya.

Lebih 50 Persen UMKM Belum Punya Badan Hukum

Lebih lanjut, Iswandi mengungkapkan, bahwa lebih dari 50 persen UMKM di Samarinda belum memiliki badan hukum. Kondisi ini membuat mereka tidak bisa mengakses bantuan atau program pendampingan dari pemerintah.

“Ini tantangan besar. Banyak UMKM potensial, tapi tidak bisa dijangkau karena belum legal secara administrasi,” sebutnya.

Ia pun mendorong pemerintah melaksanakan program legalisasi UMKM secara masif dan terstruktur. DPRD, kata dia, siap mengawal program tersebut, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran.

“Kalau Dinas aktif bergerak, kami di DPRD siap dukung. Jangan hanya menunggu bola,” tegasnya.

Iswandi menekankan, pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pelaku usaha untuk menciptakan ekosistem UMKM yang sehat dan berkelanjutan.

“UMKM kita harus naik kelas, bukan sekadar bertahan. Ini saatnya kita tunjukkan keseriusan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana