
Dewan menyoroti pemasangan pipa PDAM hingga membongkar infrastruktur jalan yang baru dibangun. Minta setiap instansi perbaiki koordinasi agar hal ini tidak terulang.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, kembali menyoroti lemahnya koordinasi antara Perumda Tirta Kencana (PDAM) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda.
Persoalan ini kembali mencuat setelah ditemukannya penggalian pipa PDAM di kawasan Jalan Pasundan yang tidak menyesuaikan elevasi, serta pekerjaan instalasi pipa yang berdampak pada infrastruktur jalan yang baru dibangun.
“Kadang kami menemukan, jalan yang baru diaspal bisa dibongkar lagi hanya untuk pasang pipa. Ini kan sangat disayangkan. Harusnya ada koordinasi sejak awal,” kata Deni.
Menurutnya, perencanaan proyek infrastruktur di Samarinda kerap berjalan sendiri-sendiri antar organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini tidak hanya membuang anggaran, tapi juga memicu ketidakpuasan masyarakat terhadap layanan dasar pemerintah, seperti air bersih dan infrastruktur jalan.
Deni menyontohkan kasus di Jalan Juanda, di mana pedestrian baru saja dibangun, namun beberapa waktu kemudian dibongkar kembali karena adanya pekerjaan penggantian pipa sekunder PDAM.
“Ini menandakan tidak adanya sinkronisasi perencanaan antar instansi. Kita butuh blueprint yang menyeluruh dan terintegrasi,” tegasnya.
Ia juga menekankan, pentingnya adanya sistem pencatatan aset jaringan pipa secara digital sebagai pedoman perencanaan kedepan.
“Apakah PDAM kita punya semacam jurnal book, yang mencatat umur pipa, jadwal penggantian, dan semacamnya? Itu penting supaya kita bisa merencanakan dengan baik. Bukan bongkar hari ini, dua minggu kemudian air mati, lalu tiga minggu lagi bongkar lagi,” keluhnya.
Dikatakannya, tahun ini Pemkot Samarinda telah menerima alokasi anggaran dari bantuan keuangan (Benkeu) provinsi untuk proyek pemasangan pipa.
“Ke depan harus dilanjutkan dengan koordinasi yang kuat. Jangan sampai ego sektoral menghambat pembangunan,” tutupnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari