EBIFF 2025, Simbol Persahabatan Lewat Token of Appreciation

Fajri
By
678 Views

Acara ramah tamah EBIFF 2025 di Kalimantan Timur jadi simbol diplomasi budaya lintas negara. Melalui token of appreciation dan pertunjukan seni, lima negara dan lima provinsi Indonesia menunjukkan kekuatan kesenian dalam menyatukan perbedaan.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Timur (Kaltim), Sri Wahyuni, menyatakan bahwa acara ramah tamah dalam rangkaian East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 bukan sekadar seremoni. Acara ini menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan dari para delegasi kepada kepala daerah selaku tuan rumah.

“Acara ini menjadi salah satu bentuk penghormatan melalui tukar-menukar cendera mata, yang secara internasional dikenal sebagai token of appreciation,” ungkapnya saat memberikan sambutan dalam ramah tamah EBIFF 2025 di Gedung Odah Etam, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda Ulu, pada Sabtu (26/7/2025).

Dalam konteks internasional, praktik pemberian token of appreciation diyakini dapat mempererat hubungan antarbangsa, membangun citra positif, serta menjadi bagian dari diplomasi budaya yang memperkuat posisi suatu negara di panggung global.

“Praktik seperti ini tidak hanya dilakukan di Kalimantan Timur, tapi juga umum ditemui di berbagai negara, termasuk kawasan Eropa,” tambah Sri Wahyuni.

Selain pemberian cendera mata, Pemprov Kaltim juga memberikan ruang bagi delegasi untuk menampilkan kesenian dari negara atau daerah masing-masing. Menurut Sri Wahyuni, pertunjukan tersebut mencerminkan perpaduan budaya yang harmonis.

Menariknya, setelah penampilan masing-masing delegasi, seluruh peserta EBIFF—baik dari dalam maupun luar negeri—beserta panitia dan jajaran pejabat Pemprov Kaltim, turut berkumpul dan menari bersama mengikuti irama lagu dari berbagai daerah.

EBIFF 2025 diikuti lima negara sahabat, yakni India, Korea Selatan, Rumania, Rusia, dan Polandia. Masing-masing mengirimkan kelompok seni tradisional untuk menampilkan budaya khas mereka. Selain itu, lima provinsi di Indonesia turut ambil bagian, yaitu Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

“Apapun jenis lagunya—dari India hingga daerah lainnya—semuanya bisa menyatu. Inilah kekuatan kesenian rakyat, mampu melebur lintas negara, suku, dan budaya,” tutup Sri Wahyuni. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana