Perbaikan Jalan Rusak Jalur Samarinda-Bontang Bakal Rampung Akhir 2022

Devi Nila Sari
137 Views

Pemerintah tengah menggenjot perbaikan jalan rusak jalur Samarinda – Bontang. Dengan menurunkan anggaran sekira Rp1,1 triliun dari APBN di 2022. Yang merupakan skema multiyears contract (MYC).

Akurasi.id, Balikpapan – Hingga 2022 perbaikan jalan rusak dan berlubang dari Samarinda, depan Bandara APT Pranoto ke arah Bontang tengah berprogres. Dengan perkiraan di akhir 2022 mendatang, jalur tersebut akan mulus dan nyaman dilalui masyarakat.

Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Purnyoto menjelaskan, tahun 2022 ini Kementerian PUPR telah menyiapkan APBN untuk preservasi jalan  Simpang 3 Lempake – Simpang 3 Sambera – Santan dengan alokasi lumayan besar.

[irp]

“Untuk Simpang 3 Lempake – Simpang 3 Sambera – Santan, alokasi pagu indikatif yang  kita siapkan sebesar Rp 136,15 miliar,” kata Purnyoto di Kantor BBPJN Kaltim Balikpapan, sebagaimana mengutip laman resmi Pemprov Kaltim.

Ia mengungkapkan, nilai anggaran tersebut menjadi yang terbesar dari peta rencana penanganan tahun 2022 untuk kegiatan preservasi jalan dan jembatan. Bahkan, pemerintah tidak hanya ingin memuluskan jalan hingga Santan, namun juga telah menyiapkan APBN untuk preservasi jalan Santan – Bontang – dalam Kota Bontang.

“Untuk jalur Santan sampai dalam Kota Bontang, APBN kita alokasikan sebesar Rp 35,43 miliar,” ungkapnya.

Ia pun berharap, setelah pekerjaan tersebut rampung tahun ini, maka kondisi jalan dari Samarinda menuju Bontang akan lebih baik. Sehingga waktu tempuh bisa lebih singkat.

[irp]

Perbaikan Jalan Rusak Bontang-Samarinda Menelan Anggaran Rp1,1 Triliun di 2022

Sebagai informasi, secara keseluruhan untuk tahun 2022 ini, pemerintah menyiapkan APBN sebanyak  Rp 1,1 triliun  untuk kegiatan preservasi jalan dan jembatan. Tersebar untuk seluruh ruas jalan nasional di Kaltim.

Antara lain jalur menuju Kutai Barat hingga batas Kalimantan Tengah. Termasuk juga jalur menuju Kabupaten Berau hingga batas Kalimantan Utara. Serta preservasi jalan di wilayah selatan Kabupaten Paser, sampai Jalan Kerang batas Kalimantan Selatan.

Penanganan preservasi jalan ini akan menggunakan dana singel year contract (SYC) dan multiyears contract (MYC). “Sedangkan untuk Kabupaten Mahakam Ulu masuk dalam peta rencana penanganan tahun 2022. Untuk kegiatan pembangunan jalan melalui MYC. Untuk pemeliharaan menggunakan SYC,” bebernya.

[irp)

Sementara, untuk Kabupaten Mahakam Ulu beberapa pekerjaan pembangunan jalan yang akan dilakukan adalah Long Bagun – Tering 1, Tiong Ohang – Long Pahangai 3, Long Bagun – Tering 3 dan Long Pahangai – Long Boh dengan total alokasi dana sekitar Rp 145 miliar. (*)

Penulis/Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana