DLH Kaltim Dorong Pengelolaan Berkelanjutan Ekosistem Mangrove Delta Mahakam

Devi Nila Sari
843 Views

DLH Kaltim dorong pengelolaan berkelanjutan ekosistem mangrove di Delta Mahakam. Pasalnya, dengan berbagai aktivitas, ekosistem mangrove menunjukkan kondisi kerusakan.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur terus berupaya mendorong ekosistem mangrove, khususnya di wilayah Delta Mahakam agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

Pasalnya, berdasarkan pembahasan di dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) yang telah disusun dan saat ini menunggu pembahasan untuk pengesahan, diketahui kondisi ekosistem mangrove di Delta Mahakam menunjukkan tekanan yang cukup tinggi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kondisi/Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKL) DLH Kaltim Muhamad Wahyudin menyebut, hal ini disebabkan oleh sejumlah hal.

Dari data yang ia miliki, diketahui tutupan mangrove hanya tersisa sekitar 37,73 persen, sementara 54,19 persen telah berubah menjadi lahan tambak. Selain itu, sekitar 4,04 persen kawasan dimanfaatkan sebagai permukiman, 0,88 persen menjadi lahan terbuka, dan 3,16 persen sisanya merupakan lahan basah.

“Kondisi tersebut memperlihatkan bukaan lahan yang luas, sehingga mengancam keberlanjutan ekosistem mangrove,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan Yayasan Konservasi Alam Nasional (YKAN) pada 2022 lalu, kawasan mangrove seluas 60.220 hektare atau 54,97 persen dari luas Delta Mahakam rusak karena alih fungsi lahan menjadi tambak dan pembangunan pipa gas. Perubahan hutan mangrove terbesar terjadi pada rentang 1997-2004. Lahan Delta Mahakam seluas 58,9 persen berubah menjadi tambak.

Ia pun menyoroti, tambak udang yang menjadi aktivitas paling dominan sehingga memberi tekanan terhadap lingkungan. Meskipun terdapat pula aktivitas industri, ia menyebut, jika skalanya tidak sebesar tambak udang.

“Situasi ini menegaskan perlunya program restorasi yang terencana dan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta,” tutupnya. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana