Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Penabrakan Jembatan Mahakam beberapa waktu lalu memicu kekhawatiran publik, lantaran fender jembatan rusak. Padahal bagian tersebut merupakan pelindung dari tabrakan kapal.
Menindaklanjuti hal tersebut, rencana pembangunan fender pun dilakukan. Saat ini hal tersebut tengah dibahas oleh Komisi II DPRD Kaltim bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).
Dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, meminta rekomendasi dari instansi tersebut agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
“Jika terjadi kelalaian atau tiba-tiba tali penahan putus, maka tidak ada lagi sistem pengamanan. Akibatnya, pengguna jalan tidak dapat melintas di atas jembatan, dan kapal pun tidak bisa melintas di bawah,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menjadi bencana nasional, karena setiap hari hampir 100 tongkang melintas menuju Muara Berau dan Muara Jawa. Gangguan terhadap aktivitas ini berarti mengganggu pendapatan nasional.
Baca Juga
“Itulah alasan saya bersuara cukup tegas. Kita perlu memastikan mitigasinya, seperti apa pelaksanaannya, dan bagaimana tanggung jawabnya,” sambungnya.
Ia menyampaikan, bahwa selama fender ini belum selesai maka diperlukan pengawasan ketat. Karena itu, ia meminta BBPJN untuk menunjuk pihak yang ditetapkan melalui SK sebagai pengawas pelaksanaan proyek ini. Hal ini sangat penting agar fender tidak kembali mengalami kerusakan atau insiden.
Dikatakannya, bahwa fender berfungsi sebagai penahan benturan, sehingga kapal-kapal lain dapat tetap bermanuver dengan aman. Proses pengerjaan fender tidak bisa dilakukan secara cepat, sebab kapal yang melintas juga memiliki jadwal penggolongan tertentu. Apabila terjadi kejadian serupa, jembatan ini berpotensi mengalami kemiringan.
Baca Juga
“Karena itu, saya meminta pertanggungjawaban BPJN sebagai pemilik kewenangan. Jangan sampai kami yang justru disalahkan apabila terjadi insiden,” kata Politisi Golkar ini.
Pria yang karib disapa Hamas ini pun tidak ingin, kejadian runtuhnya Jembatan Tenggarong terjadi kembali. Untuk itu, ia meminta kerja sama untuk memastikan pembangunan fender tersebut sesuai standar.
“Jangan sampai proyek senilai Rp27 miliar ini hanya dikerjakan sekadarnya,” pungkasnya. (Adv/dprdkaltim/yed)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
