Kaltim.akurasi.id, Bontang – Sebanyak 110 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Bontang angkatan 2025 dinyatakan 100 persen negatif narkoba dalam kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Rabu (4/2/2026), di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Hasil ini menjadi penanda kesiapan para CPNS mengawali pengabdian sebagai aparatur sipil negara yang bersih, sehat, dan berintegritas.
Kegiatan deteksi dini ini merupakan bagian dari rangkaian Pembinaan CPNS, yang sebelumnya diisi dengan Penguatan Nilai Ber-AKHLAK dan Evaluasi Pasca Latsar. Dalam sesi pembinaan tersebut, para CPNS dibekali pemahaman mengenai berbagai kebijakan layanan kepegawaian yang akan mereka hadapi saat resmi bertugas sebagai ASN, meliputi layanan tugas belajar, pencantuman gelar, cuti, serta penyusunan SKP Tahunan.
Usai menerima pembekalan hak dan kewajiban sebagai ASN inilah, para CPNS mengikuti pemeriksaan deteksi dini narkoba yang merupakan kegiatan kolaborasi antara Pemkot Bontang melalui BKPSDM, Badan Kesbangpol, Satpol PP, dengan Badan Nasional Narkotika (BNN) Kota Bontang.
Kegiatan deteksi dini dipimpin langsung Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan calon ASN memiliki integritas serta kesehatan fisik dan mental yang prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Bontang. Setelah berjalan sekira satu jam, Lulyana menyampaikan hasil pemeriksaan kepada seluruh peserta.
“Alhamdulillah, seluruh CPNS yang dites pada hari ini negatif dari penyalahgunaan narkoba,” ucap pria yang karib disapa Bang Wawan ini.
Baca Juga
Capaian zero penyalahgunaan narkoba ini juga mendapat apresiasi dari Walikota dan Wakil Walikota Bontang. Wakil Walikota Bontang Agus Haris yang hadir membuka seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa hasil tersebut menjadi gambaran positif kualitas awal aparatur yang akan mengabdi di lingkungan Pemkot Bontang.
“Deteksi dini ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan aparatur yang sehat secara fisik dan mental. Sehingga kualitas pelayanan publik dapat terjaga dengan optimal,” ujar Agus Haris.
Agus Haris mengingatkan bahwa komitmen bebas narkoba tidak berhenti pada hasil hari ini. Pemkot Bontang, sebut Agus, akan terus melakukan monitoring dan pengawasan berkala, serta tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran di kemudian hari. Dirinya menyebut bahwa dengan hasil 100 persen negatif narkoba, kegiatan deteksi dini ini tidak hanya menjadi instrumen pengawasan saja.
Baca Juga
“Kegiatan ini juga jadi penegasan bahwa CPNS Kota Bontang sudah siap memulai pengabdian sebagai ASN yang bersih, sehat, dan berintegritas tinggi,” ungkapnya.
Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto menyebut bahwa hasil tes 110 CPNS Kota Bontang yang dinyatakan negatif narkoba, dapat menjadi tolak ukur pertimbangan lebih lanjut dalam proses pengangkatan CPNS menjadi PNS setelah persyaratan lainnya terpenuhi.
“Sementara 2 CPNS lainnya berhalangan hadir karena dinas dan cuti pasca melahirkan juga akan dilaksanakan test narkoba susulan. Semua kita berlakukan sama secara adil,” tutup Sudi. (adv/bkpsdmbontang)
Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi