Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai melakukan survei untuk mendukung program prioritas daerah, termasuk pengembangan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan rencana pelebaran jalan di sejumlah ruas strategis.
Sekretaris Dishub PPU, Andi Sundra, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati guna menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya terkait keselamatan lalu lintas dan peningkatan akses transportasi.
“Ini direktif dari Pak Bupati. Salah satunya ZoSS dan juga pengusulan pelebaran ruas jalan, seperti dari Kademangan sampai batas Grogot,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rencana pelebaran jalan akan dikaji berdasarkan sejumlah indikator, seperti lalu lintas harian rata-rata (LHR), pertumbuhan kawasan, serta dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu peningkatan aktivitas.
“Kalau LHR belum mencukupi, kita lihat indikator lain. Misalnya karena adanya IKN, kampus bertambah, otomatis lalu lintas meningkat. Itu yang menjadi dasar usulan,” jelasnya.
Selain itu, Dishub juga menyoroti pentingnya fasilitas keselamatan jalan yang terintegrasi dalam ZoSS, seperti rambu, marka, dan perlengkapan pendukung lainnya. Saat ini, proses survei masih berlangsung dan ditargetkan segera rampung.
“Untuk ZoSS itu satu paket dengan fasilitas keselamatan. Kita data dulu, baru kita usulkan,” katanya.
Di sisi lain, Dishub PPU merencanakan pengadaan bus sekolah yang ditargetkan mulai diajukan pada 2027. Program ini diprioritaskan bagi pelajar dari keluarga berpenghasilan rendah agar tetap memiliki akses pendidikan.
“Bus sekolah ini kita prioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, tapi punya semangat dan kemampuan untuk sekolah. Ini bentuk dukungan transportasi,” ujarnya.
Ia mengakui program tersebut berpotensi bersinggungan dengan angkutan umum, namun menegaskan bahwa segmentasi layanan berbeda.
“Tidak masalah, karena sasarannya jelas, untuk membantu yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Dishub PPU menargetkan pengadaan awal sebanyak lima unit bus sekolah. Rute yang direncanakan mencakup wilayah Penajam, Waru, hingga Babulu, dengan skema operasional bergilir.
“Insya Allah tahun depan kita ajukan. Mudah-mudahan kondisi fiskal mendukung,” jelasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id