Kaltim.akursi.id, Samarinda – Kota Samarinda terancam mengalami kekurangan ratusan guru. Kondisi tersebut terjadi akibat masifnya jumlah guru yang memasuki masa pensiun setiap bulannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Ibnu Araby mengungkapkan, jika dihitung hingga Desember 2026, kekurangan guru di Samarinda diperkirakan mencapai sekitar 706 orang.
Dia menjelaskan, kondisi di lapangan menunjukkan hampir setiap bulan ada satu hingga dua guru yang pensiun maupun berhalangan tetap. Di sisi lain, pemerintah daerah tidak diperbolehkan mengangkat tenaga tertentu secara bebas, sementara kebutuhan tenaga pengajar di sekolah tetap harus dipenuhi.
“Dalam satu bulan saja, bisa ada satu atau dua guru yang pensiun atau berhalangan tetap,” ungkapnya.
Meski demikian, kebutuhan tenaga pendidik sementara ini masih dapat tertutupi oleh keberadaan guru honorer dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang tersebar di sejumlah sekolah.
Ibnu menjelaskan, persoalan terbesar sebenarnya terletak pada kekurangan guru kelas. Berbeda dengan guru mata pelajaran yang masih dapat bergantian mengajar, guru kelas harus berada di dalam kelas selama setengah hari atau sekitar tujuh hingga delapan jam pelajaran untuk mendampingi siswa.
Karena itu, apabila guru kelas tidak tersedia, maka murid di kelas tersebut tidak memiliki pendamping belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Kondisi inilah yang saat ini tengah diantisipasi oleh Disdikbud Samarinda
“Itu yang sedang kami antisipasi, termasuk melalui pemanfaatan guru PPPK dan mekanisme lainnya,” pungkasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari