Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Masalah banjir di Kota Samarinda masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan sepenuhnya. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus melakukan berbagai upaya penanganan, sejumlah kawasan masih mengalami genangan usai hujan deras mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Asisten II Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penanganan langsung di lapangan dengan fokus utama pada titik-titik drainase yang mengalami sedimentasi (pendangkalan sungai/drainase) cukup parah.
“Dari hasil pantauan tim dan arahan pak wali kota, setelah hujan beberapa hari terakhir memang masih ada genangan di beberapa lokasi. Karena itu, hari Minggu nanti kami mulai turun langsung ke lapangan, dimulai dari Sukorejo,” ungkap Marnabas.
Ia menjelaskan, terdapat empat titik prioritas yang saat ini menjadi perhatian pemerintah karena sedimentasinya dinilai cukup berat. Pemkot juga akan memaksimalkan penggunaan ekskavator mini dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), untuk mempercepat pengerukan.
Menurutnya, penanganan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan Tim Hantu Banyu, lantaran pekerjaan dilakukan secara manual dan membutuhkan tenaga besar.
“Kami akan memaksimalkan penggunaan ekskavator mini yang ada di beberapa OPD. Di BPBD ada tiga unit, kemudian di PUPR juga ada, termasuk di Dinas Perdagangan. Semua potensi perangkat daerah akan kita kolaborasikan,” jelasnya.
Tahap awal penanganan difokuskan di kawasan Sukorejo. Setelah proses tersebut selesai dan dilakukan evaluasi, pengerjaan akan dilanjutkan ke kawasan Damanhuri hingga menyusuri jalur Gerilya, Merdeka, sampai kawasan KS Tubun.
Marnabas menyebut, kondisi geografis Samarinda menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan banjir. Struktur tanah yang labil membuat pasir dan lumpur mudah terbawa arus hujan lalu mengendap di saluran drainase.
“Jadi jangan heran kalau dua bulan setelah dibersihkan, sedimentasi bisa muncul lagi,” katanya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari