20 Mei 2026, Pagelaran Kesenian Bakal Beraksi di Kantor Gubernur Kaltim

Pagelaran kesenian pada 20 Mei 2026 di Kantor Gubernur Kaltim bukan sekadar panggung hiburan, namun juga sarana bagi pelaku seni untuk pelestarian dan penyampaian aspirasi. Terutama, meminta perhatian pemerintah terhadap seni dan budaya daerah.
Devi Nila Sari
1.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda Sanggar Seni Panji Keroan Koetai Bersatoe akan menggelar pertunjukan seni dan budaya di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 20 Mei 2026 mendatang.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Sekaligus menjadi ajang menyuarakan perhatian terhadap pelestarian seni dan budaya di daerah.

Pembina Sanggar Seni Panji Keroan Koetai Bersatoe, Awang Irwan Setiawan, mengatakan perhatian terhadap seni dan budaya selama ini masih sangat minim, baik dari sisi anggaran maupun fasilitas untuk berkarya.

“Karena itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para pelaku seni untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah,” tuturnya, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, seni dan budaya bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian penting dalam menjaga identitas daerah serta media, untuk menyampaikan gagasan dan masukan kepada pemerintah maupun masyarakat.

“Selama ini mereka memiliki banyak karya, sejarah, dan gagasan, tetapi belum memiliki ruang dan wadah yang cukup untuk diperhatikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai unsur seni dan budaya dari beragam suku di Kalimantan Timur. Tidak hanya budaya Kutai, pertunjukan juga akan diikuti paguyuban dan kelompok kesenian dari suku Jawa, Dayak, dan lainnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong keterlibatan para pelaku seni budaya dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan adat dan budaya daerah.

“Hal ini penting agar tata krama maupun penggunaan atribut budaya tidak keliru atau dilakukan sembarangan. Seni dan budaya harus ditempatkan secara tepat dan dihormati,” tegasnya.

Sementara itu, hingga saat ini sudah ada sembilan kelompok tari yang terdaftar untuk tampil dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah. Acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga sekitar pukul 12.00 WITA.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku seni budaya ingin menyampaikan pesan kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas serta kekuatan Kalimantan Timur.

“Dengan sejarah panjang, keberadaan kerajaan tertua, serta kekayaan adat istiadat yang dimiliki, budaya daerah dinilai harus terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana