Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah tahap pertama tahun 2026 kepada 405 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum terjangkau program bantuan sosial pemerintah pusat maupun BLT Dana Desa.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Bankaltimtara Cabang Penajam. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp270 ribu per bulan yang dicairkan sekaligus untuk periode Januari hingga Juni 2026, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp1.620.000.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan sekaligus mencegah munculnya kemiskinan ekstrem.
“Pemerintah daerah terus menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, maupun pengurangan kantong-kantong kemiskinan,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga penerima.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPU, Ainie, menjelaskan penerima bantuan ditetapkan melalui proses verifikasi dan evaluasi berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dari 743 usulan yang diajukan desa dan kelurahan se-PPU, awalnya ditetapkan sebanyak 407 keluarga sebagai penerima. Namun setelah proses finalisasi, dua penerima diketahui meninggal dunia dan merupakan kepala keluarga tunggal sehingga jumlah penerima berkurang menjadi 405 KPM.
“Setelah melalui proses evaluasi dan re-evaluasi menggunakan DTSEN, ditetapkan 407 KPM. Namun dua KPM meninggal dunia dengan KK tunggal sehingga jumlah penerima menjadi 405 KPM,” kata Ainie.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 274 KPM. Disusul Kecamatan Sepaku sebanyak 54 KPM, Kecamatan Babulu 41 KPM, dan Kecamatan Waru 36 KPM.
Untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan, Dinas Sosial bersama Bankaltimtara juga memfasilitasi pembukaan rekening bagi penerima yang belum memiliki rekening bank. Sebanyak 191 KPM tercatat telah memiliki rekening, sedangkan 214 KPM lainnya dibuatkan rekening baru secara serentak di seluruh kecamatan.
Program BLT Kemiskinan Daerah menjadi salah satu instrumen perlindungan sosial yang dijalankan Pemkab PPU di tengah tren penurunan angka kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di PPU terus menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 6,97 persen atau sekitar 11.190 jiwa. Angka tersebut turun menjadi 6,69 persen atau sekitar 10.780 jiwa pada 2024, dan kembali menurun menjadi 5,78 persen atau sekitar 9.340 jiwa pada 2025.
Pemerintah daerah berharap program bantuan ini dapat memperkuat tren penurunan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten PPU. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id