“Adiknya Sudah Meninggal, Tapi Masih Dipeluk Erat,” Saksi Ungkap Detik-detik Evakuasi Pemancing di Pulau Gusung

Suara teriakan minta tolong dari tengah laut mengubah perjalanan pulang Mahyudi menjadi momen menegangkan. Di perairan Pulau Gusung, ia menemukan dua korban yang terombang-ambing menggunakan jerigen kosong, salah satunya masih bertahan sambil memeluk adiknya yang sudah meninggal dunia.
Fajri
By
2.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara — Salah satu saksi penemuan korban tenggelam di perairan Pulau Gusung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudi (37), mengaku mendengar teriakan minta tolong saat hendak pulang usai memancing, Minggu (24/5/2026) sore.

Warga Nenang itu mengatakan, dirinya bersama seorang rekannya sempat singgah di sekitar bekas pondok Haji Arif sebelum mendengar suara teriakan dari tengah perairan.

“Kami hampir mengarah pulang tadi. Pas singgah sebentar, ada suara minta tolong. Kami langsung angkat jangkar lagi dan mendekat,” ujarnya.

Saat tiba di lokasi, Mahyudi pertama kali menemukan seorang pria yang belakangan diketahui merupakan paman korban. Kondisinya saat itu sudah lemas sambil memberi kode meminta pertolongan.

“Pamannya dulu yang kami dapat. Dia goyang-goyang kasih kode minta tolong. Pas ditanya, dia bilang bertiga,” katanya.

Mahyudi bersama rekannya kemudian menyusuri lokasi yang ditunjukkan korban selamat. Tak lama berselang, mereka menemukan satu orang lagi yang masih hidup dalam kondisi lemas sambil memegang jerigen kosong dan tubuh adiknya yang sudah meninggal dunia.

“Yang kakak ini masih pegang jerigen sambil pegang adiknya juga. Kondisinya sudah lemas,” ungkapnya.

Menurut Mahyudi, para korban diduga sudah cukup lama terombang-ambing di laut setelah perahu yang mereka gunakan karam di sekitar tengah perairan Pulau Gusung.

“Posisinya sudah di tengah Gusung. Mungkin mereka berenang cari air dangkal,” ucapnya.

Ia menduga ketiga korban juga sedang memancing seperti dirinya. Saat kejadian, Mahyudi mengaku tengah dalam perjalanan pulang dari lokasi memancing yang lebih jauh di luar kawasan tersebut.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 hingga 15.30 WITA. Setelah melakukan pertolongan darurat, Mahyudi bersama rekannya membawa para korban ke darat dan menghubungi BPBD PPU.

“Kami sudah berusaha bantu semampunya, termasuk melakukan pertolongan pertama. Setelah itu langsung dibawa ke darat,” jelasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana