Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) yang hanya mencapai 2,99 persen pada triwulan I 2026 menjadi alarm bagi daerah di tengah tekanan harga batu bara dan kondisi fiskal yang menantang. Diversifikasi ekonomi dinilai semakin mendesak agar roda perekonomian tidak bergantung pada satu sektor semata.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud melalui Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam (SDA), Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Arief Murdiyatno menyampaikan kepada segala pihak, untuk bersama-sama menggerakkan perekonomian agar semakin maju dan berkembang. Dengan demikian, seluruh sektor yang tumbuh dapat mendukung peningkatan ekonomi pada kuartal berikutnya.
“Kita mengetahui bahwa nilai dolar semakin melemah. Kemudian isu utama lainnya adalah harga batu bara yang terus menjadi tantangan. Hal tersebut harus kita maknai dan persiapkan dengan baik agar kita bisa bangkit, khususnya di Kalimantan Timur,” ujarnya di Samarinda, Rabu (17/6/2026).
Dikatakannya, pemerintah menyadari bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat hanya bertumpu pada peran pemerintah semata, melainkan memerlukan sinergi yang kuat antara dunia usaha, masyarakat, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan pembangunan.
Kaltim Punya Potensi Besar
Ia menjelaskan, memang pemerintah memiliki peran dalam merumuskan kebijakan pembangunan, namun tetap memerlukan pelaku usaha sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian. Melalui penciptaan lapangan kerja, pembukaan peluang usaha, penggerakan aktivitas ekonomi, serta pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kalimantan Timur sendiri, kata dia, memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor pembangunan, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga ekonomi berbasis teknologi.
Adapun, seluruh sektor tersebut menjadi bagian dari visi transformasi ekonomi daerah, yakni mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan menuju sektor-sektor ekonomi yang lebih produktif, kreatif, dan berkelanjutan.
“Diharapkan berbagai sektor tersebut dapat terus berkembang, khususnya ekonomi kreatif yang selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi di Kalimantan Timur,” tambahnya.
Arief menjelaskan, jika potensi yang dimiliki Kalimantan Timur harus dikelola secara bersama-sama agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat serta mendorong pemerataan manfaat pembangunan.
Dirinya pun meminta kepada pengusaha lokal, untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kalimantan Timur.
“Peluang ekonomi yang tersedia tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, melainkan harus mampu memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha daerah untuk tumbuh dan berkembang,” tukasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari