Pasar Pagi Sepi, Iswandi Sebut Pembangunannya Bukan Berangkat dari Kebutuhan Masyarakat

Sepinya aktivitas jual beli di Gedung Pasar Pagi Samarinda memicu sorotan DPRD. Ketua Komisi II DPRD Samarinda Iswandi menilai pembangunan pasar lebih mengedepankan keinginan pemerintah ketimbang kebutuhan riil pedagang dan masyarakat sebagai pengguna utama.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Keluhan pedagang terkait sepinya pembeli sejak menempati Gedung Pasar Pagi Samarinda mendapat perhatian DPRD Kota Samarinda. Tata letak lapak yang dinilai kurang mendukung aktivitas perdagangan disebut menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pengunjung.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai persoalan yang muncul saat ini menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik harus berangkat dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar mengatasnamakan kepentingan masyarakat.

“Pasar Pagi ini atas nama masyarakat, bukan maunya masyarakat. Secara estetika bagus, tetapi secara fungsi tidak masuk,” tegas Iswandi.

Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara program yang lahir dari kebutuhan masyarakat dan program yang hanya diklaim untuk masyarakat. Jika pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga, manfaatnya akan langsung dirasakan dan minim persoalan.

Sebaliknya, jika yang diwujudkan adalah keinginan pemerintah yang kemudian dianggap sebagai kebutuhan masyarakat, hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan pengguna fasilitas tersebut.

“Kalau itu keinginan pemerintah yang dianggap sebagai kebutuhan masyarakat, belum tentu masyarakat benar-benar membutuhkannya. Tetapi kalau kebutuhan masyarakat yang dijawab pemerintah, manfaatnya pasti akan dirasakan dan tidak akan menimbulkan banyak persoalan,” ujarnya.

Iswandi mengakui Gedung Pasar Pagi memiliki tampilan yang lebih modern dan menarik dibanding bangunan sebelumnya. Namun, menurut dia, fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat harus menjadi pertimbangan utama dalam proses perencanaan dan pembangunan.

“Secara bangunan memang bagus. Tetapi pasar dibangun menggunakan uang rakyat untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Fungsi itu yang harus menjadi prioritas,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa lapak-lapak yang tersedia seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan usaha produktif, bukan sekadar menjadi aset investasi.

“Pasar Pagi bukan ladang investasi bagi pemilik lapak. Bukan tempat membeli lapak lalu didiamkan dengan harapan nilainya naik. Pasar ini dibangun menggunakan uang rakyat agar roda perekonomian berputar dan masyarakat bisa berdagang serta mengembangkan usahanya,” tegasnya.

Untuk mengetahui akar persoalan yang terjadi, Komisi II DPRD Samarinda berencana meminta dan menelaah sejumlah data terkait kondisi Pasar Pagi pascarelokasi pedagang ke gedung baru.

Menurut Iswandi, pembahasan lebih mendalam akan dilakukan dalam rapat lanjutan. Sebelumnya, DPRD masih fokus membahas penyerapan anggaran dan Rencana Kerja Anggaran (RKA).

Ia menilai kondisi pasar yang masih menuai keluhan harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah. Sebab, keberhasilan pembangunan pasar tidak hanya diukur dari kemegahan bangunan, tetapi juga dari kemampuannya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau kondisinya seperti sekarang, tentu perlu dipertanyakan apa nilai tambah yang dihasilkan dari pembangunan tersebut,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana