Resmi Berproduksi, Lapangan Gas Keramba PPU Diharapkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Produksi gas perdana Lapangan Keramba WK Wain resmi dimulai sejak 24 Juni 2026. Pemerintah menyebut proyek ini akan memperkuat pasokan energi nasional, sementara Pemkab PPU mengingatkan perusahaan agar tetap mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Lapangan Keramba Wilayah Kerja (WK) Wain yang dioperasikan PT Indo Sino Oil and Gas resmi memasuki fase produksi gas. Produksi perdana dimulai pada 24 Juni 2026 dan diresmikan di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Senin (29/6/2026).

Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Eksplorasi dan Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, Nanang Abdul Manaf, mengatakan beroperasinya Lapangan Keramba menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan produksi migas dalam negeri.

“Produksi gas pertama sudah dimulai sejak 24 Juni 2026. Kami berharap dukungan terhadap kegiatan operasi ini terus berlanjut sehingga tambahan produksi gas di PPU dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” ujar Nanang.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pemerintah provinsi, serta seluruh pihak yang terlibat hingga proyek tersebut berhasil memasuki tahap produksi.

Bupati PPU, Mudyat Noor, menilai beroperasinya Lapangan Keramba menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi, terutama karena PPU memiliki posisi penting sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Dalam mendukung ketahanan energi nasional, terlebih PPU berada pada posisi strategis sebagai gerbang IKN, ketersediaan energi menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung pembangunan kawasan,” katanya.

Meski demikian, Mudyat mengingatkan PT Indo Sino Oil and Gas agar menjalankan operasional dengan mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.

“Saya berharap perusahaan terus mengedepankan prinsip keselamatan kerja, menjaga kelestarian lingkungan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sebagai bagian dari komitmen pembangunan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menyebut dimulainya produksi gas di Lapangan Keramba menunjukkan bahwa proses eksplorasi hingga investasi dapat berjalan melalui kolaborasi yang baik antara pemerintah, regulator, dan pelaku usaha.

Menurutnya, pengembangan sektor migas di Kalimantan Timur tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi energi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi daerah, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan penguatan industri pendukung.

“Kami berharap semakin banyak aktivitas dan pengembangan sektor energi di PPU yang mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana