Kaltim.akurasi.id, Penajam – Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) sekitar Rp27 miliar pada 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk lima kegiatan, yang terdiri dari dua proyek peningkatan jalan dan tiga proyek drainase badan jalan.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR PPU, Petriandy Pasulu, mengatakan dua proyek jalan yang dibiayai melalui Bankeu berada di Kecamatan Babulu dan kawasan Gerbang Madani menuju Sungai Sesumpu.
“Untuk kegiatan jalan di Babulu anggarannya Rp11 miliar. Kemudian yang di kawasan Gerbang Madani menuju Sesumpu atau Coastal Road sekitar Rp7 miliar,” kata Petriandy.
Selain itu, terdapat tiga kegiatan drainase badan jalan dengan nilai total sekitar Rp8 miliar. Menurutnya, drainase tersebut menjadi kewenangan bina marga karena merupakan bagian dari badan jalan.
“Kalau drainase badan jalan itu merupakan aset jalan, makanya dikerjakan oleh bina marga. Sementara teman-teman pengairan lebih banyak menangani saluran pembuangannya,” ujarnya.
Bidang Bina Marga Komitmen Selesaikan Pekerjaan
Petriandy menyebut, total Bankeu yang diterima Bina Marga tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 total alokasi Bankeu untuk seluruh kabupaten mencapai sekitar Rp100 miliar, tahun ini hanya sekitar Rp60 miliar.
“Memang ada penurunan. Menyesuaikan kondisi keuangan yang ada. Kalau dibandingkan tahun lalu, turun sekitar 40 persen,” katanya.
Meski demikian, seluruh kegiatan yang bersumber dari bankeu telah memasuki tahap kontrak. Sebagian proyek bahkan mulai melakukan pekerjaan awal di lapangan.
“Sudah berkontrak. Ada yang sudah mulai pekerjaan, ada juga yang masih tahap persiapan,” jelasnya.
Petriandy optimistis, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran. Menurutnya, durasi enam bulan masih cukup untuk menyelesaikan proyek yang telah direncanakan.
“Kalau untuk jalan, enam bulan itu cukup. Tahun lalu kita juga menyelesaikan proyek KMS senilai Rp50 miliar dalam waktu enam bulan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerjaan jalan yang dilaksanakan tahun ini berupa peningkatan kualitas jalan menjadi konstruksi beton atau rigid. Diantaranya di Babulu, jalan sepanjang lebih dari dua kilometer yang sebelumnya masih berupa batu akan ditingkatkan menjadi jalan beton. Selain itu di kawasan Gerbang Madani menuju Sungai Sesumpu, peningkatan dilakukan pada ruas jalan sepanjang sekitar 600 meter.
“Kalau yang di Babulu existing-nya masih batu, kita tingkatkan menjadi rigid. Sedangkan yang di belakang Gerbang Madani sebagian sudah aspal, tetapi kondisinya mulai rusak sehingga langsung kita tingkatkan menjadi rigid juga,” pungkasnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari