Tak Sekadar Angkut dan Buang, DPRD Bontang Minta DLH Ubah Pola Pengelolaan Sampah

DPRD Bontang dorong DLH untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan sampah dari daerah lain yang telah berhasil
Suci
By
2.4K Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi C DPRD Bontang meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan evaluasi terhadap pola pengelolaan sampah di daerah. Pengelolaan sampah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan proses pengangkutan dan pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi harus diarahkan pada sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Bonnie Sukardi mengatakan, persoalan sampah merupakan tantangan yang perlu ditangani melalui perencanaan jangka panjang. Menurutnya, peningkatan jumlah sampah harus diimbangi dengan strategi pengurangan sejak dari sumbernya.

Ia menilai, ketergantungan terhadap TPA dapat menjadi persoalan apabila volume sampah terus bertambah tanpa adanya upaya pengolahan. Karena itu, pemerintah daerah perlu mulai mengembangkan konsep pemilahan dan pemanfaatan sampah agar memiliki nilai tambah.

Bonnie menyebut, sejumlah daerah telah berhasil menerapkan sistem pengelolaan sampah terpadu dengan mengurangi jumlah limbah yang masuk ke TPA. Keberhasilan tersebut dapat menjadi bahan kajian bagi Bontang untuk mencari pola yang sesuai dengan kondisi wilayah.

Menurutnya, inovasi pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga perubahan cara berpikir dalam melihat sampah sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan.

“Selama ini sampah sering dianggap sebagai barang yang sudah tidak berguna. Padahal dengan pengelolaan yang tepat, sebagian sampah masih bisa dimanfaatkan kembali dan memberikan manfaat ekonomi,” kata Bonnie.

Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang dapat dipelajari adalah pengolahan sampah menjadi material yang bisa digunakan kembali maupun bahan alternatif untuk kebutuhan tertentu. Namun, penerapan konsep tersebut tetap membutuhkan kajian agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah.

Bonnie juga mendorong DLH Bontang untuk mempelajari berbagai praktik pengelolaan sampah dari daerah lain yang telah berhasil. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan persampahan di Kota Bontang.

Selain aspek teknologi dan kebijakan, ia menilai keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting. Kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi langkah awal untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih baik.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif harus melibatkan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor usaha.

Ia berharap ke depan Bontang dapat memiliki sistem persampahan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang baru.

“Pengelolaan sampah harus mulai diarahkan menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, bukan sekadar urusan membuang limbah,” pungkas Bonnie. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana