Siapkan Lima Inovasi, BKPSDM Bontang Siap Berkompetisi dalam Ajang Indeks Inovasi Daerah 2026

BKPSDM Bontang optimistis lima inovasi unggulan mampu memperkuat pelayanan ASN sekaligus meraih prestasi pada ajang inovasi daerah
Suci
By

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang telah menyiapkan lima inovasi untuk diikutsertakan dalam ajang Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Bontang.

Kelima inovasi yang digagas ini menjadi bagian dari komitmen BKPSDM Bontang dalam mendorong transformasi digital, meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian, serta menghadirkan layanan yang semakin efektif, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Lima inovasi yang diikutsertakan yaitu Bontang Prima, Sikapku, e-Mutasi, Bekaji, dan Trengginas,” sebut Hatamuddin, Sekretaris BKPSDM Bontang.

bkpsdm bontang
Aplikasi Bontang Prima. (ist)

Hatamuddin menjelaskan gambaran tiap inovasi. Inovasi pertama yakni Bontang Prima, merupakan aplikasi presensi kepegawaian yang memfasilitasi proses presensi ASN secara digital. Bontang Prima menjadi salah satu inovasi yang telah cukup lama dikembangkan dan secara konsisten turut berpartisipasi dalam ajang inovasi yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang.

bkpsdm bontang
Aplikasi Sikapku. (ist)

Selanjutnya Sikapku merupakan akronim dari Sistem Informasi Kepegawaian dan Keuangan. Aplikasi ini memuat berbagai data dan informasi kepegawaian ASN, termasuk pembaruan data pegawai serta informasi terkait hak-hak kepegawaian yang diterima, seperti gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

bkpsdm bontang
Aplikasi e-Mutasi. (ist)

Inovasi ketiga yaitu e-Mutasi, yaitu sistem elektronik yang mendukung proses mutasi kepegawaian, khususnya bagi pegawai yang melakukan perpindahan dari luar daerah ke lingkungan Pemkot Bontang. Kehadiran e-Mutasi diharapkan dapat mendukung proses administrasi mutasi kepegawaian agar lebih efektif dan terdokumentasi secara digital.

bkpsdm bontang
Inovasi Bekaji. (ist)

Sementara itu, inovasi keempat adalah Bekaji, yang berasal dari istilah Belajar dan Kaji. Inovasi ini merupakan program pengembangan kompetensi berupa webinar non berbayar yang diselenggarakan BKPSDM Bontang secara rutin setiap bulan. Bekaji hadir sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan kompetensi ASN secara gratis, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi pegawai.

bkpsdm bontang
Inovasi Trengginas. (ist)

Adapun inovasi kelima yaitu Trengginas, merupakan akronim dari Tim Responsif Edukasi Kelengkapan Digital Dokumen Kepegawaian ASN. Tim Trengginas dibentuk untuk mendorong percepatan kelengkapan dokumen kepegawaian ASN secara digital. Dalam pelaksanaannya, Tim Trengginas tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen pada Document Management System (DMS) yang saat ini tengah viral di kalangan ASN, tetapi juga berperan dalam mendukung pengumpulan dan pemenuhan data digital kepegawaian yang berkaitan dengan kebutuhan Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) Bontang pada 2024 dan 2025 lalu.

“Melalui kelima inovasi tersebut, BKPSDM Bontang berupaya menghadirkan ekosistem layanan kepegawaian yang semakin terdigitalisasi. Setiap inovasi memiliki fokus dan karakteristik yang berbeda, namun seluruhnya diarahkan pada tujuan yang sama,” terang Sudi Priyanto, Kepala BKPSDM Bontang.

Sudi menjelaskan bahwa keikutsertaan lima inovasi tersebut dalam ajang Indeks Inovasi Daerah 2026 juga menjadi momentum bagi BKPSDM Bontang untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan inovasi yang telah berjalan.

“Hal ini tentunya sekaligus mendorong budaya inovasi baru di lingkup perangkat daerah,” tutupnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana