Kaltim.akurasi.id, Penajam – Sudah sejak lama, warga delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) mengeluhkan persoalan air bersih yang cukup sulit didapatkan. Padahal sejak awal pembangunan IKN, bendungan juga embung dikebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih di daerah tersebut.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Rasyid, mengatakan jaringan pipa air bersih yang dibangun pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur baru terpasang di sepanjang jalan provinsi sekitar 17 kilometer. Menurutnya, jaringan tersebut belum menjangkau permukiman maupun gang-gang di wilayah Kecamatan Sepaku.
“Yang dibangun pemerintah hanya ada di jalan provinsi sepanjang 17 kilometer. Untuk masuk ke gang-gang ,itu belum ada,” kata Abdul Rasyid.
Ia menjelaskan, dari 15 desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, layanan air bersih melalui jaringan tersebut saat ini baru mencakup tiga kelurahan. Hal itu karena jalur pipa utama hanya melintasi tiga wilayah tersebut.
“Dari 15 desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Sepaku, yang kita layani saat ini baru tiga kelurahan. Kenapa tiga? Karena kebetulan pipanya memang melalui tiga kelurahan itu,” ujarnya.
Abdul Rasyid mengatakan, perluasan jaringan distribusi ke kawasan permukiman masih menunggu realisasi komitmen dari Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Menurutnya, AMDT telah menyiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan, mulai dari jaringan pipa utama (main drain), daftar calon penerima manfaat, hingga jalur distribusi yang akan digunakan.
“Kalau berdasarkan surat komitmen, harusnya tahun ini bisa kita tuntaskan. Main drain sudah kita siapkan dan kita serahkan ke OIKN. Daftar penerima manfaat juga sudah ada, termasuk jalur-jalur yang akan digunakan. Tinggal menunggu dari OIKN,” katanya.
Ia menambahkan, realisasi pembangunan jaringan ke kawasan permukiman kini sepenuhnya bergantung pada tindak lanjut OIKN sesuai komitmen yang telah disampaikan.
“Silahkan follow up ke OIKN, sudah sampai mana tindak lanjut soal pipanisasi ini,” tutupnya. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Devi Nila Sari