
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pembangunan sektor pendidikan Samarinda pada 2027 masih akan menghadapi pekerjaan rumah besar. Ribuan ruang kelas di tingkat SD hingga SMP membutuhkan rehabilitasi, mulai dari kerusakan ringan hingga berat.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan usulan renovasi sekolah terus berdatangan dari berbagai jalur. Mulai dari pokok pikiran anggota DPRD, musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.
“Usulannya banyak sekali. Hampir setiap kecamatan ada SD dan SMP yang memang membutuhkan renovasi,” kata Sri Puji.
Ia memastikan, kebutuhan renovasi sekolah tetap akan dimasukkan dalam perencanaan anggaran 2027. Namun, tidak seluruh usulan dapat direalisasikan karena bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah daerah.
Sumber pembiayaan dapat berasal dari APBD Samarinda, bantuan keuangan provinsi maupun dana alokasi khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat.
Menurut Sri Puji, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan masing-masing sekolah.
“Semua usulan akan diajukan. Tetapi realisasinya tergantung kemampuan keuangan daerah, apakah melalui APBD, bankeu atau DAK Fisik,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada 2026 pemerintah mendapatkan dukungan DAK pusat dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah untuk jenjang SD, SMP hingga TK.
Namun, besarnya kebutuhan membuat anggaran tersebut belum mampu menjangkau seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Sebagai gambaran, alokasi renovasi sekolah pada tahun sebelumnya berada di kisaran Rp50 miliar. Dengan kondisi fiskal yang terbatas, daftar prioritas harus kembali disusun.
Sri Puji menyebut, sejumlah wilayah masih memiliki sekolah yang membutuhkan perhatian, mulai dari Samarinda Ilir, kawasan utara hingga Palaran.
“Karena anggarannya terbatas, tetap harus dipilih ulang mana yang paling prioritas,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari