
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Rencana pemanfaatan kawasan Teras Samarinda II sebagai ruang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai tidak bisa diputuskan hanya dengan melihat sisi ekonomi. Aspek lalu lintas, parkir hingga keselamatan masyarakat juga harus menjadi pertimbangan.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti. Ia mengatakan, dirinya belum mendapatkan informasi pasti mengenai program tersebut. Terlebih, persoalan UMKM dan pemanfaatan ruang di kawasan tersebut bukan menjadi ranah utama komisi IV.
Menurutnya, apabila kawasan yang berada dekat jalan utama dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas UMKM, pemerintah perlu melakukan kajian secara matang.
“Area dekat jalan seperti itu perlu dipertimbangkan matang. Ada potensi menimbulkan kemacetan dan risiko keselamatan,” kata Sri Puji.
Ia menilai, pemanfaatan ruang publik untuk membantu pelaku UMKM memang dapat menjadi pilihan. Namun, pemerintah harus memastikan aktivitas ekonomi tersebut tidak menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah persoalan parkir. Sri Puji menyontohkan, adanya area parkir yang dalam praktiknya telah beralih fungsi menjadi lapak UMKM.
Dikatakannya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penataan UMKM harus dilakukan secara komprehensif, bukan sekadar menyediakan lokasi berjualan.
“Area parkir yang sudah beralih fungsi menjadi lapak UMKM juga menjadi pertimbangan tersendiri,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta, agar kebijakan pemanfaatan kawasan untuk UMKM tidak hanya dilihat dari satu sisi.
“Ini bukan keputusan yang bisa diambil dari satu sudut pandang saja. Harus dilihat juga dampaknya terhadap lalu lintas, parkir dan keselamatan,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari