Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Tiga kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dalam dua hari terakhir. Dua kejadian telah berhasil dipadamkan, sementara satu laporan masih dalam proses penanganan dan verifikasi di lapangan.
Dua kebakaran yang telah ditangani terjadi di Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku. Luas lahan yang terbakar dari dua kejadian tersebut mencapai sekitar 1,125 hektare, terdiri atas satu hektare di Desa Babulu Darat dan sekitar 1.250 meter persegi di Desa Bukit Raya.
Sementara itu, satu laporan kebakaran lainnya terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu. Hingga laporan awal diterima, belum diketahui luas lahan yang terbakar maupun kondisi terakhir di lokasi.
Kebakaran pertama terjadi di RT 05, Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Sabtu (22/8/2026). Berdasarkan laporan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.
Laporan diterima petugas pada pukul 10.35 WITA. Dua unit kendaraan pemadam kemudian dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WITA.
Petugas langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Kebakaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 11.40 WITA.
“Sesampai di lokasi kebakaran lahan yang berdekatan dengan masjid, kami petugas segera melaksanakan pemadaman menyeluruh di area wilayah yang terbakar agar api tidak menyebar luas,” demikian keterangan dalam laporan DPKP PPU.
Penanganan melibatkan petugas DPKP, Polsek Babulu, dan Satpol PP. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, pemilik lahan yang terbakar belum diketahui.
Sehari kemudian, Minggu (23/8/2026), kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Bukit Raya RT 12, Kecamatan Sepaku.
Lahan milik warga bernama Suryana tersebut terbakar dengan luas sekitar 1.250 meter persegi.
Laporan diterima Posko Sepaku dari Yusuf. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WITA dan tiba 10 menit kemudian.
Pemadaman dimulai pada pukul 13.11 WITA dan berlangsung selama sekitar 39 menit.
“Setelah menerima laporan dari Yusuf, maka petugas piket segera melaksanakan tindak lanjut pemadaman kebakaran lahan. Saat ini tempat tersebut sudah dipastikan padam setelah ditindaklanjuti petugas,” demikian keterangan dalam laporan.
Penanganan melibatkan DPKP, Polresta, Babinsa, serta masyarakat. Dua unit kendaraan pemadam dikerahkan, yakni Kajama berkapasitas 5.000 liter dan Brandweer berkapasitas 4.000 liter. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut.
Satu Laporan Masih Diverifikasi
Pada hari yang sama, BPBD PPU menerima laporan awal kebakaran lahan di RT 08, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu.
Laporan diterima sekitar pukul 14.00 WITA setelah Tim Kecamatan Babulu melakukan ground check berdasarkan informasi hotspot dari BMKG.
Dalam laporan awal, tim masih melakukan persiapan menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Hingga laporan tersebut dibuat, belum terdapat informasi mengenai luas lahan yang terbakar, penyebab kebakaran, maupun ada atau tidaknya korban.
Rangkaian kejadian tersebut menambah daftar kebakaran lahan di PPU di tengah kondisi kemarau. Pemantauan titik panas dan respons cepat petugas menjadi penting untuk mencegah api meluas, terutama pada lahan yang berada di sekitar permukiman dan fasilitas umum. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id