
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kendati hidup di tengah kota, nyatanya tidak semua warga di Samarinda telah mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM. Pasalnya, masih ada banyak warga di Kota Tepian, sebutan Samarinda, yang belum menikmati air bersih dari PDAM Tirta Kencana.
Persoalan itu salah satunya mendapatkan sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda Arie Wibowo. Menurut politikus Partai Golkar ini, masalah layanan air bersih adalah masalah pokok yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah.
“Layanan air bersih oleh PDAM adalah masalah yang urgens. Persoalan ini sudah saya coba kejar penyelesaiannya ke TAPD Pemkot Samarinda,” tuturnya dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).
Ia menyebutkan, sebelumnya Wali Kota Samarinda Andi Harun telah memaparkan bahwa masyarakat yang belum terjangkau layanan PDAM ditaksir mencapai 23 persen. Dengan jumlah penduduk Kota Samarinda mencapai sekitar 893.385 jiwa, artinya masih ada sekitar 205.400 jiwa yang belum menikmati air bersih secara optimal.
“Saya sudah sempat meminta kepada teman-teman Dinas Cipta Karya untuk membuatkan blueprint terkait arah pembangunan Samarinda. Artinya, kalau kita punya uang, uangnya dialokasikan kemana saja,” tuturnya.
Melalui skema yang terencana, maka akan diketahui kemana arah pembangunan dalam jangka waktu 5 tahun mendatang. Dengan demikian, pengalokasikan anggaran untuk pengentasan berbagai masalah sosial bisa diatur sebaik mungkin, salah satunya masalah layanan air bersih.
“Kalau kita lihat, perumahan kan bertambah terus. Nah, kalau perumahan bisa dapat air, kenapa warga tidak bisa? Memang harus kita akui, fokus anggaran pemerintah ini yang belum kita lihat,” imbuhnya.
Ia menyontohkan salah satu bentuk persoalan penanganan air bersih yang belum merata di Samarinda, yakni masih banyaknya rumah warga di daerah Gunung Malang di Jalan M Yamin tepatnya warga yang berada di belakang Kampus Widiagama sampai saat ini belum tersentuh layanan PDAM.
“Padahal daerah itu berada tepat di pusat kota. Kami mendorong pemerintah, dalam hal ini PDAM, untuk sama-sama mencari solusi bagi persoalan itu. Termasuk daerah lainnya seperti di Tanah Merah,” ucap Arie.
Ia pun mengingatkan, agar pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan proyek berskala besar atau proyek monumental. Akan tetapi mesti juga cermat dengan persoalan-persoalan mendasar di masyarakat.
“Jangan hanya membangun proyek yang megah-megah, tetapi masalah pokok masyarakat tidak terselesaikan,” imbuhnya. (adv/dprdsamarinda/drh)
Editor: Dirhanuddin