Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Sejumlah rencana teknis pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali dievaluasi. Mulai dari lokasi kegiatan UMKM, hingga tempat perlombaan, panitia membuka peluang penyesuaian untuk mengantisipasi kendala selama pelaksanaan.
Evaluasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekda Kukar sekaligus Kepala LPTQ Kukar Sunggono di Kantor LPTQ Kukar, Kamis (15/10/2026).
Sunggono menjelaskan, rapat koordinasi menjadi bagian dari evaluasi berkala terhadap rencana yang sebelumnya telah disusun. Setiap ketua bidang diminta menyampaikan perkembangan pekerjaan sekaligus mengidentifikasi perubahan yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan kegiatan.
“Hari ini kita melakukan rapat kembali, terkait dengan laporan dari semua ketua bidang yang berkenaan dengan progres rencana kegiatan pelaksanaan MTQ,” ujarnya.
Ia mengatakan, dinamika di lapangan mengharuskan panitia bersikap adaptif. Karena itu, setiap keputusan awal perlu ditinjau kembali apabila terdapat pilihan yang lebih efektif atau muncul kebutuhan penggunaan lokasi untuk agenda lain.
“Termasuk mungkin ada perkembangan-perkembangan baru, baik berdasarkan hasil evaluasi harian ataupun berdasarkan mitigasi risiko terhadap apa yang sudah kami putuskan sebelumnya,” katanya.
Panitia MTQ Pertimbangkan Pemindahan Lokasi UMKM dan Lomba
Salah satu perubahan yang sedang dipertimbangkan menyangkut lokasi kegiatan UMKM. Semula, aktivitas tersebut direncanakan berlangsung di kawasan samping Kantor Bupati Kukar. Namun, keberadaan Arbizz yang dapat menampung pelaku usaha mikro, kecil, dan memengah (UMKM) membuka peluang untuk memusatkan kegiatan di lokasi tersebut.
“Awalnya, untuk pelaksanaan kegiatan UMKM kita laksanakan di samping kantor bupati. Tapi, karena kita sudah punya Arbizz Space yang menampung pelaku UMKM, kenapa tidak dijadikan satu saja di situ,” jelasnya.
Selain itu, panitia juga mengevaluasi rencana penggunaan gedung BPKAD sebagai salah satu tempat perlombaan. Menurut Sunggono, terdapat informasi bahwa ruangan di gedung tersebut kemungkinan akan digunakan oleh tim BPK RI pada Desember mendatang.
“Untuk tempat lomba, tadinya kita rencanakan menggunakan gedung BPKAD, misalnya di lantai tiga. Namun, informasi terakhir, pada Desember kemungkinan ruangan itu juga digunakan oleh tim BPK RI,” ungkapnya.
Situasi tersebut membuat panitia perlu menyesuaikan rencana sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan ketika kegiatan berlangsung. Sunggono menegaskan, koordinasi lintas bidang diperlukan supaya setiap perubahan diketahui bersama dan tidak mengganggu agenda utama.
“Jadi, hari ini menyamakan persepsi, menggali informasi, dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada agar nanti pada saat kegiatan benar-benar sesuai dengan harapan kita semua,” tegasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin