Kaltim.akurasi.id, PPU – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mencatat target sebanyak 2.520 siswa untuk mengikuti program Sekolah Rakyat, baik yang telah masuk pada tahun sebelumnya maupun yang ditargetkan masuk pada 2026. Angka tersebut bukan kapasitas pembangunan gedung Sekolah Rakyat di PPU, melainkan target siswa secara keseluruhan, termasuk yang bersekolah di Samarinda.
Kepala Dinsos PPU, Ainie, menjelaskan angka tersebut mengacu pada data yang tersedia dalam aplikasi pemerintah. Data itu menjadi salah satu dasar untuk menentukan sasaran masyarakat yang dapat mengikuti program Sekolah Rakyat.
“Target 2.520 siswa tersebut perlu dipahami sebagai sasaran peserta program, bukan jumlah siswa yang akan ditampung oleh bangunan Sekolah Rakyat yang sedang direncanakan di PPU,” jelas Ainie.
Dalam proses pendataan, Dinsos PPU juga mengacu pada pengelompokan desil untuk mengidentifikasi tingkat kesejahteraan masyarakat. Data tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kelompok sasaran program perlindungan sosial, termasuk bantuan yang sesuai dengan kriteria penerima.
Ainie menjelaskan, penduduk dikelompokkan ke dalam sepuluh desil berdasarkan persentase tingkat kesejahteraan. Desil 1 dan desil 2 menjadi kelompok yang diperhatikan karena berada pada tingkat kesejahteraan terbawah.
“Data tersebut menjadi salah satu rujukan dalam memetakan masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat di PPU sendiri masih dalam tahap perencanaan. Ainie menyebutkan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya direncanakan memulai pembangunan pada Oktober 2026. Namun, hingga saat ini prosesnya masih berjalan pada tahap perencanaan.
“Tahun ini masih berproses untuk pembangunan. Rencananya, bulan ini Kementerian PU sudah melakukan pembangunan, tetapi masih tahap perencanaan yang sedang berjalan sekarang,” ujarnya.
Pembangunan Sekolah Rakyat di PPU disebut masuk tahap III-A, dengan rencana pelaksanaan mulai Oktober 2026 dan penyelesaian sekitar Juni hingga Agustus 2027. Sekolah tersebut direncanakan mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA dengan sistem asrama.
Sebagai informasi, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan. Pelaksanaannya menyasar masyarakat berdasarkan data yang digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi kesejahteraan penduduk. (adv/diskominfoppu/mz)
Editor: Suci Surya Dewi