Kaltim akurasi.id, Penajam – Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi salah satu wadah bagi tenaga pendidik untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan belajar mengajar. Selain mempererat hubungan antar guru, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran pendidik dalam membentuk karakter generasi muda.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada peserta didik.
“Guru bukan hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, membangun kedisiplinan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat pantang menyerah pada generasi penerus bangsa,” kata Mudyat saat membuka Porsenijar PGRI 2026 di Dome Anden Oko sebagaimana melansir laman resmi Pemkab PPU, Selasa (20/10/2026).
Porsenijar tahun ini berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 273 peserta hasil seleksi dari empat kecamatan. Kecamatan Penajam mengirimkan 80 peserta, Babulu 65 peserta, Waru 51 peserta, dan Sepaku 53 peserta. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan 30 juri dan wasit.
Sebanyak 15 kategori dipertandingkan, terdiri dari tujuh cabang olahraga, tujuh cabang seni, dan satu cabang pembelajaran. Cabang olahraga meliputi bola voli, sepak takraw, bulu tangkis, pickleball, tenis meja, catur, dan senam PGRI.
Adapun cabang seni mencakup solo vokal, melukis, tari tunggal, pencak silat, musabaqah tilawatil Quran (MTQ), baca puisi, dan kaligrafi.
Menurut Mudyat, Porsenijar juga menjadi kesempatan bagi guru untuk menyalurkan minat dan bakat sekaligus memperluas hubungan dengan sesama tenaga pendidik di Kabupaten PPU.
Di sisi lain, keberlanjutan kegiatan ini pada tahun mendatang menjadi perhatian Dinas Pendidikan PPU. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan PPU, Muktar, berharap Porsenijar kembali dilaksanakan pada 2027 dengan dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Nanti mudah-mudahan tahun 2027 tetap terlaksana seperti ini, dan tetap dianggarkan seperti ini juga,” ujar Muktar.
Porsenijar PGRI 2026 menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengembangan bakat tenaga pendidik. Adapun pelaksanaannya pada 2027 masih memerlukan tindak lanjut dalam perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. (adv/diskominfoppu/mz)
Editor: Devi Nila Sari