Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menghentikan dukungan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhadap sektor ekonomi kreatif. Pada 2026, Dispar Kukar tetap menyiapkan stimulus untuk mendukung berbagai kegiatan yang telah masuk dalam kalender acara atau event daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, menjelaskan bahwa stimulus tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nominal tetap untuk setiap kegiatan. Skema dukungan disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing acara.
“Untuk stimulus ekonomi kreatif, tidak ada nilai pasti yang diberikan kepada setiap kegiatan. Stimulus yang dimaksud bukan pemberian uang tunai secara langsung seperti bantuan dengan nominal tetap,” ujarnya.
Awang mengatakan, dukungan diberikan melalui pembiayaan kegiatan yang telah berjalan dan tercantum dalam kalender event. Karena itu, besaran stimulus tidak disamaratakan, tetapi mempertimbangkan skala serta kebutuhan penyelenggaraan setiap acara.
“Stimulus diberikan dalam bentuk dukungan pembiayaan terhadap kegiatan yang sudah berjalan dan masuk dalam kalender acara atau event,” jelasnya.
Ia memastikan dukungan terhadap kegiatan ekonomi kreatif tersebut masih berlanjut pada 2026. Sejumlah kegiatan yang telah menerima dukungan di antaranya Pesta Laut, Erau Benama, dan Reggae Fest yang digelar beberapa waktu lalu.
“Masih. Contohnya, dukungan untuk kegiatan Pesta Laut, Erau Benama, dan Reggae Fest yang dilaksanakan beberapa waktu lalu,” katanya.
Menurut Awang, keberlanjutan stimulus ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menjaga aktivitas ekonomi kreatif melalui kegiatan yang telah direncanakan. Meski demikian, penyaluran dukungan tetap disesuaikan dengan skala dan kebutuhan masing-masing acara.
“Nilainya bervariasi, menyesuaikan skala dan besar kecilnya kegiatan,” ungkapnya.
Awang menambahkan, program stimulus tersebut telah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026. Besaran dukungan dapat mencapai kisaran Rp100 juta atau lebih, bergantung pada kebutuhan dan skala kegiatan yang didukung.
“Program tersebut sudah masuk dalam perencanaan 2026. Besarannya bisa sekitar Rp100 juta, tetapi memungkinkan juga lebih dari itu, bergantung pada kebutuhan dan skala kegiatan,” tutup Awang. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin