Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) berupaya meningkatkan kualitas hasil pertanian lokal agar mampu menghasilkan beras premium. Salah satu langkah yang disiapkan adalah meningkatkan spesifikasi mesin penggilingan padi di lumbung pangan masyarakat.
Program tersebut dijalankan melalui penguatan lumbung pangan masyarakat yang menjadi bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias, mengungkapkan bahwa selama ini mesin penggilingan padi yang dimiliki lumbung pangan masyarakat belum memiliki spesifikasi untuk menghasilkan beras premium. Peralatan yang tersedia baru mampu memproduksi beras kualitas medium.
“Spek mesin kita belum untuk beras premium. Spek mesin yang giling padi itu baru bisa menghasilkan beras medium,” ungkapnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Disketapang Kukar berencana meningkatkan spesifikasi mesin dengan menambahkan sejumlah peralatan pendukung. Di antaranya mesin sortir warna (color sorter) dan mesin pengayak untuk memilah beras berdasarkan ukuran serta kualitasnya.
“Dengan penguatan lumbung pangan yang menjadi salah satu kegiatan di program dedikasi Kukar Idaman Terbaik, nanti spesifikasi mesinnya akan kita tingkatkan atau di-upgrade sehingga bisa menghasilkan beras premium,” jelasnya.
Menurut Ananias, peningkatan fasilitas tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendorong petani Kukar menghasilkan beras dengan kualitas dan nilai jual lebih tinggi. Sebab, hingga saat ini, fasilitas penggilingan yang tersedia belum mampu menghasilkan beras premium.
“Untuk saat ini petani Kukar belum menghasilkan beras premium. Ini sedang diupayakan oleh Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan, bagaimana petani Kukar bisa menghasilkan beras premium,” katanya.
Selain peningkatan mesin, Disketapang juga akan memperhatikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan pengelola lumbung pangan. Menurutnya, dukungan peralatan perlu diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ananias menambahkan, pihaknya telah menginventarisasi 35 lumbung pangan masyarakat untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas penguatan. Intervensi akan diarahkan kepada lumbung yang telah berjalan dan memiliki kapasitas untuk mengembangkan usaha pengolahan serta pemasaran beras.
“Jadi yang kita dorong adalah lumbung yang memang sudah baik kinerjanya. Penguatan itu sifatnya suplemen, sehingga yang sudah berjalan kita dorong untuk bisa menghasilkan beras premium,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin