Akses penghubung Jalan S Parman ke Jalan KH Samanhudi sudah dibuka. Sekarang, masyarakat dapat menggunakan jalur tersebut sebagai jalan alternatif.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kembali membuka akses jalan penghubung dari Jalan S Parman ke Jalan KH Samanhudi di kawasan bekas Bandara Temindung di Kota Samarinda.
Keputusan ini diambil untuk mengatasi masalah kepadatan arus lalu lintas di ibu kota provinsi tersebut. Yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan Kota Samarinda.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim, Fahmi Prima Laksana menyatakan, bahwa lahan eks Bandara Temindung Samarinda adalah aset milik Pemprov Kaltim.
Pembukaan akses jalan baru ini mendapat persetujuan dari gubernur. Seiring dengan permintaan dari DPRD Kaltim dari masyarakat untuk membuka akses jalan tersebut.
Baca Juga
“Sejalan dengan permintaan DPRD Kaltim, jalan tembusan selebar 20 meter dan panjang 290 meter telah dibangun sebagai respon terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Fahmi, Senin (15/1/2023).
Ia menjelaskan, akses jalan tersebut sempat ditutup karena melewati area bandara. Sebab, lahan di kawasan bandara masih menjadi aset milik Pemprov Kaltim, dengan bukti kepemilikan berupa sertifikat hak pakai nomor 2 tahun 1997.
Fahmi menambahka, bahwa proyek ini telah dimulai pada triwulan IV tahun 2023 dengan pembiayaan sebesar Rp10 miliar. Berasal dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim tahun 2023.
Baca Juga
Kini Tembusan Jalan KH Samanhudi Sudah Dapat Dilalui Warga

Meskipun seharusnya selesai pada akhir Desember 2023, proyek ini mengalami penundaan karena adanya permintaan perpanjangan waktu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim.
“Seharusnya itu selesainya diakhir Desember 2023. Namun, ada permintaan perpanjangan oleh Dinas PUPR Kaltim,” ucapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengungkapkan, bahwa proyek pembukaan akses jalan penghubung dari Jalan S Parman ke Jalan KH Samanhudi di Kota Samarinda. Sebenarnya diharapkan selesai pada akhir Desember 2023.
Namun, proyek ini mengalami kendala terkait cuaca yang tidak mendukung. Sehingga, memerlukan perpanjangan hingga awal tahun 2024.
“Dengan adanya perpanjangan ini. Alhamdulillah, sampai saat ini akses jalan penghubung tersebut di Samarinda selesai, meskipun belum secara maksimal. Setidaknya, proyek ini telah memberikan dampak positif dengan mengurangi kemacetan yang ada,” jelasnya.
Ia menegaskan, bahwa akses jalan yang kini sudah terbuka dan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan membantu mengurangi kemacetan di daerah tersebut. Keberhasilan proyek ini memberikan solusi konkrit terhadap masalah lalu lintas yang seringkali menjadi tantangan utama di Kota Samarinda.
Baca Juga
“Pembukaan akses ini menjadi langkah nyata dalam mendukung mobilitas dan mengurangi beban kemacetan di Kota Samarinda,” tambahnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari
