Dibalik Kunjungan Jokowi ke Bontang, Ada Rencana Demo yang Berhasil Digagalkan

Fajri
By
187 Views

Kesuksesan acara peresmian pabrik amonium nitrat oleh Presiden Jokowi rupanya tak lepas dari segelintir masalah. Sebelum presiden meresmikan pabrik itu, sempat tersiar kabar adanya upaya demonstrasi yang akan dilakukan oleh Kolaborasi Pemuda Milenial Kaltim dan BEM Nusantara.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik amonium nitrat di Kawasan Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/2/2024) kemarin. Kesuksesan acara tersebut rupanya tak lepas dari segelintir masalah. Sebelum presiden meresmikan pabrik itu, sempat tersiar kabar adanya upaya demonstrasi yang akan dilakukan oleh Kolaborasi Pemuda Milenial Kaltim dan BEM Nusantara.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kesbangpol, Sigit Alfian. Dia bilang, kabar tersebut muncul dua hari sebelum kunjungan Presiden Jokowi. Mendengar kabar itu, pihaknya pun melakukan upaya negosiasi secara persuasif.

“Iya, memang ada rencana demo untuk menyambut presiden. Jadi kami langsung negosiasi,” ujar Sigit, Jumat (1/3/2024).

- Advertisement -
Ad image

Sigit bilang, negosiasi sempat berjalan alot. Namun, setelah pihaknya memberikan gambaran kepada para koordinator aksi, akhirnya demo tersebut batal dilakukan. “Mereka tidak jadi demo atau mengurungkan niat, dengan catatan akan menunda demo ini untuk kembali dilakukan di waktu lain,” jelasnya.

Pun pihak Kesbangpol berjanji akan memfasilitasi Mahasiswa dan Pemerintah Kota maupun pihak perusahaan yang ada di wilayah Kaltim industrial Estate. “Jadi dari hasil negosiasi itu, kami sepakat akan memfasilitasi teman-teman mahasiswa,” tukasnya.

Dikonfirmasi terpisah, inisiator aksi Ibrahim Adianto membenarkan rencana demo tersebut. Kata dia, pihaknya hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait hasil pemilu yang dinilai menghasilkan banyak kontroversi.

“Ada beberapa hal yang sebenarnya mau kami sampaikan, terkait hasil pemilu, hak angket Anggota DPR, dan lainnya. Kami hanya ingin presiden semestinya mampu menjaga demokrasi agar tetap berjalan sebagaimana seharusnya,” ujar Ibrahim kepada Akurasi.id, Jumat (1/3/2024).

Selain itu, mereka juga ingin mempertanyakan langsung kepada Presiden Jokowi terkait kondisi kelangkaan dan mahalnya komoditas pangan. Terutama harga beras yang semakin menanjak.

“Kami juga ingin menyampaikan langsung terkait tingginya angka pengangguran di Kota Bontang. Padahal, kota ini merupakan kota terkaya nomor dua di Indonesia,” jelas Koordinator BEM Nusantara itu.

Kata dia, rencana aksi tersebut muncul usai mendapat informasi kehadiran presiden di Kota Taman (sebutan Bontang). Pun rencananya mereka menggelar aksi di jalur yang dilintasi rombongan presiden.

“Kami inisiatif ingin menyampaikan langsung. Sebab, meminta untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat itu tidak mungkin difasilitasi. Langkah ini kami ambil cuman untuk menyampaikan aspirasi,” jelasnya.

Namun, rencana aksi itu tidak jadi dilaksanakan. Ibrahim bilang, pihaknya tidak jadi turun ke lapangan usai melakukan audiensi bersama Kesbangpol Kota Bontang. “Kami dipanggil Kesbangpol sebanyak dua kali. Kepala Kesbangpol, pak Sigit meminta kami untuk tidak turun. Kami menghargai itu,” katanya.

Pun kata Ibrahim, aspirasi yang ingin mereka sampaikan tetap bakal dikawal melalui Pemerintahan Kota Bontang. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana