Kaltim.akurasi.id, Samarindah – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur menegaskan Bantuan Sosial Terencana (BST) bagi penyandang disabilitas tidak dihentikan, melainkan hanya dilakukan penyesuaian jumlah penerima akibat efisiensi anggaran.
Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut penerima bantuan yang sebelumnya mencapai sekitar 6.000 orang kini diprioritaskan hanya untuk sekitar 500 penyandang disabilitas berat, yang masuk kategori paling membutuhkan.
“Dari sekitar 6.000 penyandang disabilitas, semuanya dapat menerima bantuan. Namun, tahun ini terjadi efisiensi anggaran yang cukup besar. Sehingga kami hanya mampu memberikan bantuan kepada sekitar 500 orang,” ungkapnya saat diwawancarai awak media di Samarinda.
Ia menegaskan, jika prioritas penerima tahun ini adalah penyandang disabilitas berat. Jika sebelumnya bantuan diberikan mulai dari disabilitas ringan hingga berat, bahkan kepada mereka yang secara finansial masih mampu, kini bantuan difokuskan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Hal ini juga disesuaikan dengan data yang diinput oleh dinsos bupaten/kota melalui aplikasi yang telah disiapkan. Adapun dalam data tersebut teridentifikasi hampir 500 penyandang disabilitas berat, sehingga jumlah itulah yang dialokasikan pada APBD murni tahun ini.
Sebagai tindak lanjut, Dinsos Kaltim mengaku, telah berkomunikasi dengan Sekda Kaltim Sri Wahyuni terkait alokasi BST pada APBD perubahan 2025.
Pada kesempatan ini, ia menyebut, jika pihaknya sudah mengajukan tambahan kuota sekitar 2.000 penerima. Apabila disetujui, bantuan akan diprioritaskan bagi penyandang disabilitas yang berada pada desil 1 sampai desil 5.
“Jadi, bantuan belum dapat diberikan kepada seluruh penyandang disabilitas,” pungkasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari