Dishub Samarinda Berencana Hadirkan BRT Bersifat Smart System di 2024

Devi Nila Sari
206 Views

Dishub Samarinda tengah menyusun master plan penggunaan bus rapid transit (BRT). BRT bersifat smart system ini rencananya akan hadir di 2024.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dalam upaya untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi kemacetan lalu lintas. Dinas Perhubungan (Dishub) SamarindA berencana hadirkan bus rapid transit (BRT) bersifat smart system di 2024 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengatakan, masterplan kendaraan umum massal atau BRT tersebut merupakan pengembangan dari transportasi lokal yang akan direalisasikan pada 2024 mendatang.

“Kami sudah punya perencanaan master plan transportasi tersebut. Ini istilahnya pengembangan dari  transportasi lokal kita,” kata Manalu, Jum’at (15/9/2023).

- Advertisement -
Ad image

Manalu mengungkapkan, BRT akan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem pengelolaan lalu lintas yang pintar, penjadwalan bus yang efisien, dan fasilitas pelanggan yang nyaman.

Salah satu fitur utama yang ditawarkan adalah pemberian informasi real-time kepada penumpang. Sehingga, mereka dapat mengakses jadwal, rute, dan perkiraan waktu kedatangan dengan mudah melalui aplikasi smartphone.

“BRT nanti akan dirancang dengan system smart transportasi, setiap masyarakat bisa mendownload aplikasi. Nah di situ akan tahu kapan bus akan tiba, kemudian penumpang juga akan tahu nantinya akan berdiri atau duduk. Semuanya lengkap tersedia yang bisa dilihat di aplikasi,” urainya.

Meskipun dilengkapi dengan teknologi modern, BRT ini akan bersifat subsidi. Sehingga, terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa BRT dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dengan mensubsidikan adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk membuat transportasi umum lebih terjangkau dan bisa dinikmati oleh semua,” tuturnya.

Rencana tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta meminimalisir polusi udara akibat kendaraan.

“Supaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ketika penggunaan kendaraan pribadi berkurang kemacetan berkurang,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana