Jokowi Sebut 1 Juta Mobil Terjual di 2022, Akibatnya Macet Dimana-mana

Devi Nila Sari
206 Views

Presiden Joko Widodo sebut industri otomotif dalam negeri memiliki prospek yang sangat cerah. Di 2022, 1 juta mobil dan 5 juta motor terjual. Akibatnya, macet dimana-mana.

Akurasi.id, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan industri otomotif di dalam negeri tumbuh positif setiap tahunnya. Melirik ke tahun 2022, industri otomotif mengalami peningkatan sebanyak 18 persen.

Artinya, tahun lalu tercatat lebih dari 1 juta unit mobil dan 5 juta unit sepeda motor terjual yang berakibat lalu lintas macet di mana-mana saat ini.

“Industri otomotif kita memiliki prospek yang sangat cerah. Setiap tahun tumbuh sangat signifikan. Tahun 2022 kemarin tumbuh 18 persen, meningk at dari tahun sebelumnya. Penjualan mobil tahun 2022 tercatat 1.048.000 unit mobil,” kata Jokowi dalam acara Indonesia International Motor Show (IIMS) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagaimana melansie detiknews, Kamis (16/2/2023).

Sementara itu, kenaikan penjualan sepeda motor mencapai 3,3 persen pada tahun lalu atau sekira 5.221.000 juta unit sepeda motor terjual pada 2022. Menurutnya, jumlah kenaikan penjualan mobil dan motor tersebut merupakan angka yang sangat besar.

“Itu angka yang sangat besar sekali. Pertumbuhan industri otomotif tak hanya berdampak pada kemacetan di Ibu Kota. Kondisi lalu lintas di kota-kota besar lainnya pun mengalami kemacetan,” ujar Jokowi.

Ia mengungkapkan, kemanapun ia pergi selalu diiringi kemacetan. Kondisi macet di Jakarta, tak jauh berbeda saat pergi ke kota-kota besar lainnya.

“Seperti saya pergi ke Surabaya macet, ke Bandung macet. Terakhir ke Medan macet,” ungkap mantan Wali Kota Solo ini.

Saran Jokowi untuk Kurangi Kemacetan

Soal dampak kemacetan, Jokowi lalu memberi saran kepada pelaku industri otomotif untuk mulai fokus mengekspor produknya. Jokowi mencatat, memang sudah terjadi peningkatan ekspor produk otomotif dari 2021 ke 2022.

“Supaya tidak macet, saya mengajak seluruh industri otomotif untuk lebih berorientasi pada ekspor. Memang peningkatannya sudah cukup tajam dari 2021 ke 2022, dari 300 ribu kurang lebih sudah naik ke hampir 600 ribu. Saya ucapkan terima kasih ke industri otomotif yang sudah meningkatkan eksportir,” terang Jokowi.

Meski demikian, lanjut Jokowi, jumlah ekspor RI di bidang industri otomotif masih kalah dibanding Thailand. Oleh karena itu, ekspor bidang industri otomotif masih harud ditingkatkan.

“Tapi kita masih kalah dengan Thailand. Saya ingin dorong lagi ekspornya semakin tinggi dan naik setiap tahunnya,” tambah Jokowi. (aud/imk)

Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana