Bertani di Kaltim Memiliki Berbagai Kendala, dari Masalah Irigasi hingga Benih. Di Sisi Lain, Ada Pengurangan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Petani di Kalimantan Timur (Kaltim) dihadapkan pada berbagai kendala dalam menanam padi. Dari persoalan irigasi hingga ketersediaan benih padi unggul.
Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Diah Adiati Yahya menjelaskan, salah satu kendala utama petani adalah ketersediaan air. Kaltim memiliki banyak irigasi, namun beberapa diantaranya tidak aktif, seperti di Berau. Hal ini menyebabkan air sulit mengalir ke area persawahan.
“Seperti bendungan di Marangkayu dan bendungan Samboja. Ada pula sungai Talakki di Paser yang jika dibangun bendungan, dapat mengaliri beberapa hektar sawah, namun belum terealisasi,” terangnya saat diwawancarai oleh Akurasi.id di Kantor DPTPH Kaltim, Selasa (16/7/2024).
Kendala lain adalah alih fungsi lahan. Diah mengungkapkan, bahwa banyak lahan pertanian di Kaltim beralih fungsi, sehingga area tanam padi semakin berkurang. Hal ini berakibat pada penurunan produksi padi.
“Selain itu, kualitas tanah di Kaltim rata-rata memiliki pH asam (4,5 – 5, red) Kondisi ini menyebabkan pupuk tidak terserap tanaman, sehingga sia-sia,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, DPTPH Kaltim melakukan beberapa upaya, seperti uji tanah dan pemberian kapur untuk menetralkan pH tanah. Diah juga mendorong petani untuk menggunakan benih padi varietas baru yang lebih produktif.
Namun, kendala lain yang dihadapi adalah kesulitan mendapatkan benih. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan penangkar benih di berbagai lokasi untuk membantu petani mendapatkan benih berkualitas.
Lebih lanjut, Diah juga menyoroti penurunan jumlah petani. Hal ini menyebabkan kurangnya tenaga kerja di sektor pertanian.
“Petani perlu beralih ke modernisasi dengan menggunakan mesin. Namun, mereka perlu pembinaan agar dapat menggunakan dan memelihara mesin dengan baik,” pungkasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari