Lahan Padi di Kaltim Menurun

Devi Nila Sari
177 Views

Lahan Padi di Kaltim Menurun. Hal Ini Berimbas kepada Penurunan Produksi Padi Tahunan dan Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaPenjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan kekhawatirannya terkait penurunan luas lahan sawah dan produksi padi di Kaltim. Pasalnya, jumlah produksi panen Kaltim diperkirakan turun sebanyak 12 persen sejak tahun lalu.

Ia memperkirakan, hal ini terjadi karena adanya penurunan lahan padi di Kaltim. Sehingga, berimbas kepada produksi padi tahunan.

“Luasan lahan kita dari 322 ribu hektar sekarang tinggal 220 ribu hektar. Ini juga jadi penyebab turunnya produksi kita,” jelas Akmal Malik ketika diwawancarai oleh awak media di Balikpapan, Senin (15/7/2024) lalu.

- Advertisement -
Ad image

Menurutnya, alih fungsi lahan menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan ini. Sehingga hal ini menjadi catatan bagi Pemprov Kaltim, terkait pengurangan lahan pertanian khususnya sawah.

Salah satu penyebabnya adalah alih fungsi seperti lahan yang dulu ditanami padi pada kini justru menjadi area perumahan. Padahal, harusnya terjadi perluasan lahan untuk menciptakan swasembada pangan di Kaltim

Dengan luas lahan yang ada saja, baru bisa memenuhi kebutuhan 20 persen. Sisanya masih impor dari luar, baik itu Pulau Jawa maupun Sulawesi.

Selain lahan, ia pun menyoroti sumber daya manusia yang kini semakin jarang mau berprofesi sebagai petani. Akmal Malik bahkan melontarkan ide agar para wartawan juga ikut bertani.

“Persoalannya bagaimana membangun manusia yang mau bertani, wartawan bertani juga dong,” ujarnya.

Luas Panen Padi di Kaltim Alami Penurunan Sejak 2023

Sementara itu, pada Maret 2024 lalu, Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan, jika luas panen padi di Kaltim memang mengalami penurunan pada 2023. Penurunan ini mencapai sekitar 57,08 ribu hektare.

“Atau turun sebanyak, 7,89 ribu hektare atau 12,14 persen dibandingkan luas panen padi di 2022 yang sebesar 64,97 ribu hektare,” ujarnya.

Hal ini pun berimbas pada produksi padi. Di mana pada 2023 hanya menghasilkan sebesar 226,97 ribu ton gabah kering giling (GKG). Dari angka tersebut diketahui jika mengalami penurunan sebanyak 12,45 ribu ton atau 5,20 persen dibandingkan produksi padi di 2022 yang sebesar 239,42 ribu ton GKG.

“Kemudian produksi beras pada 2023 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 132,02 ribu ton. Mengalami penurunan sebanyak 7,25 ribu ton, atau 5,20 persen dibandingkan produksi beras di 2022 sebesar 139,27 ribu ton,” jelas Yusniar. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana