Kendalikan Karhutla di Kaltim, Ekti Imanuel: Pembangunan Sumur Bor dan Pompa Air Diperlukan

Salah satu upaya dan pencegahan dini terhadap meluasnya karhutla di Kaltim, pembangunan sumur bor dan pompa air dirasa cukup perlu. Terlebih di sejumlah titik yang selama ini rawan karhutla.
kaltim_akurasi
2.9K Views

Kaltim akurasi.id, Samarinda – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi persoalan yang belum mampu dituntaskan. Berlangsung selama berbulan-bulan, kondisi ini diperparah kemarau dan ancaman El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama di kawasan dengan lahan gambut yang mudah terbakar saat mengering.

Menghadapi kondisi tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kaltim Ekti Imanuel, mendorong penguatan kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana pendukung dan koordinasi lintas sektor. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mendata usulan pembangunan sumur bor dan pompa air untuk mendukung penanganan karhutla di daerah rawan kebakaran.

“Pendataan tersebut dilakukan sebelum usulan dilaporkan kepada pemerintah pusat,” ujar Ekti melansir dari media sosialnya, Selasa (13/10/2026).

Karena itu, setiap lokasi yang diusulkan perlu dilengkapi informasi kampung serta titik koordinat agar kebutuhan sarana dapat diidentifikasi secara tepat.

Terlebih, ketersediaan sumber air menjadi bagian penting dalam mendukung pemadaman, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau atau jauh dari sumber air.

“Karhutla di Kalimantan Timur membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar antisipasi. Kesiapan sarana, koordinasi lintas sektor, dan respons yang tepat menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan,” tegas politikus Partai Gerindra ini.

Selain mendorong pemenuhan sarana, anggota legislatif asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini, menekankan pentingnya kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

“Di antaranya, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta pihak terkait lainnya perlu bergerak secara terpadu sesuai tugas dan wilayah masing-masing,” sebut Ekti.

Ia juga terus menjalin komunikasi dengan BPBD untuk memperoleh perkembangan penanganan karhutla, termasuk kondisi kebakaran di Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Koordinasi tersebut diperlukan agar perkembangan di lapangan dapat diketahui dan kebutuhan penanganan bisa segera diidentifikasi. Dengan demikian, langkah yang diambil dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah terdampak.

“Di tengah ancaman kemarau, kesiapan sarana pemadaman dan pemetaan wilayah rawan menjadi bagian penting untuk menekan risiko kebakaran meluas,” imbuhnya.

Selain itu, upaya pencegahan juga perlu berjalan beriringan dengan penanganan di lapangan, sehingga dampak terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Ekti mendorong penguatan koordinasi antarlembaga serta kesiapan fasilitas pendukung agar penanganan karhutla di Kaltim semakin terarah.

“Untuk itu perlindungan masyarakat dan kelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga unsur masyarakat di daerah rawan kebakaran,” pungkasnya. (mz)

Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana