Pemprov Kaltim Pacu Produksi Pisang untuk Pasar Internasional

Rachman Wahid
149 Views

Siti Farisyah Yana mengatakan, pengembangan komoditas hortikultura di Kaltim memiliki prospek yang sangat baik, terutama produksi pisang untuk pasar internasional.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Di balik kesederhanaannya, pisang menyimpan potensi luar biasa bagi Kalimantan Timur (Kaltim). Buah ini tak hanya digemari lokal, tetapi juga diminati pasar internasional. Melihat peluang tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim tengah gencar menggenjot hilirisasi pisang, mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

“Hilirisasi pisang di Kaltim memang sedang kita upayakan,” ungkap Siti Farisyah Yana, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kaltim, di Samarinda, belum lama ini.

Salah satu hilirisasi yang kini tengah dilirik ada pengolahan tepung pisang. Rencananya saat ini akan dibangun pabrik tepung pisang di Kutai Timur.

- Advertisement -
Ad image

Pembangunan pabrik di Kutim, yang merupakan sentra produksi pisang di Kaltim, diyakini akan meningkatkan efisiensi dan nilai tambah produk. Asosiasi Petani Kutim pun telah menyatakan kesiapannya mendukung proyek ini.

“Selama ini, UMKM di Kutim yang dilibatkan dalam pengolahan pisang,” kata Yana. “Namun, kalau ada kerjasama seluruh Kaltim, kita tidak menutup kemungkinan.”

Kerjasama ini, menurut Yana, penting untuk memastikan pasokan bahan baku yang stabil. Pasalnya, kepastian stok produk tersebut juga akan mempengaruhi keberlanjutan produksi tersebut

Yana optimistis hilirisasi pisang akan membawa manfaat besar bagi Kaltim. “UMKM akan tahu bagaimana cara meningkatkan nilai tambah,” paparnya.

Ia mencontohkan program CSR di sekitar Kaliurang yang membantu UMKM meningkatkan nilai tambah produk pisang dan menjalin kerjasama dengan investor asing. “Ada investasi di sini, tepung pisang biasa untuk bubur bayi,” ujar Yana.

Pihaknya juga tengah mengembangkan sentra kawasan pisang di beberapa daerah, seperti Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, dan Paser. Di Kutai Timur, luas panen yang dikembangkan mencapai 1,317 Ha dengan target produksi 98,775 ton. Sementara di Kutai Kartanegara, luas panen mencapai 762,97 Ha dengan target produksi 57.223 ton.

Di Berau, luas panen mencapai 295,61 Ha dengan target produksi 22.171 ton, dan di Paser, luas panen 1,010 Ha dengan target produksi 75.750 ton. Kawasan Kutai Timur telah menjadi percontohan yang baik dan akan diikuti oleh Kukar, Berau, dan Paser.

Yana juga memaparkan, bahwa pada 2021, Kaltim telah mengekspor sebanyak 1.265 ton pisang ke Malaysia, Taiwan, Kanada, dan Yunani. Sementara kebutuhan rata-rata Kaltim sendiri adalah 30 ton per hari. Keberhasilan Kaltim dalam pengembangan kawasan pisang juga menarik minat daerah lain, seperti Sulawesi Selatan, yang membeli 2 juta bibit benih pisang.

(*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana