Penggunaan QRIS Kaltim Terbesar di Pulau Kalimantan, Capai 392.873 Pengguna, Transaksi Tembus Rp128,25 Miliar

kaltim_akurasi
246 Views

Penggunaan QRIS di Kaltim mengalami pertumbuhan yang begitu signifikan. Sampai 2023 ini, penggunaan QRIS Kaltim telah mencapai 392.873 orang. Pada Desember 2022 lalu, total nominal transaksinya mencapai Rp128,25 miliar.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kaltim menjadi daerah dengan pertumbuhan transaksi digital terpesat di Pulau Kalimantan. Tidak hanya itu, Kaltim menjadi satu-satunya di Kalimantan yang masuk dalam 10 besar indeks kompetitif digital daerah di luar Jawa dan Bali.

Kepala Tim Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim, Aswin Gantina, mendorong agar pedagang pasar tradisional cepat beradaptasi. Dengan menyediakan merchant pembayaran Qris di lapak mereka.

Menurutnya, upaya akselerasi transaksi nontunai terus dilakukan di Provinsi Kaltim. Salah satunya melalui implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Pertimbangannya, digitalisasi pembayaran dianggap menjadi jalur cepat mendorong pertumbuhan perekonomian. Setelah metode pembayaran via Virtual Account. Kini pemerintah menggencarkan penggunaan QRIS.

“Pembayaran nontunai di Kaltim yang makin masif, tercermin dari peningkatan penggunaan QRIS, baik dari sisi pengguna maupun merchant,” tuturnya kepada awak media usai menghadiri acara Pasar Ramadan di GOR Segiri Samarinda, Jumat (24/32023).

Kaltim Masuk Dalam 10 Besar Indeks Kompetitif Digital Daerah Luar Pulau Jawa-Bali

Penggunaan QRIS Kaltim Terbesar di Pulau Kalimantan, Capai 392.873 Pengguna, Transaksi Tembus Rp128,25 Miliar
Kepala Tim Sistem Pembayaran BI Perwakilan Kaltim Aswin Gantina saat ditemui usai menghadiri opening Pasar Ramadan di GOR Segiri Samarinda. (Muhammad Zulkifli/Akurasi.id)

Lebih lanjut Aswin memaparkan, dari 4 provinsi yang ada di Pulau Kalimantan, Kaltim  selalu menjadi yang terdepan dalam penggunaan digital pembayaran. Tak heran jika Kaltim menjadi satu-satunya yang masuk dalam 10 besar indeks kompetitif digital daerah di luar Pulau Jawa-Bali. Bahkan menempati peringkat ketujuh tingkat nasional.

“Jadi sosialisasi yang kita lakukan itu minimal 25 persen pasar untuk pengguna QRIS,” sebutnya kepada wartawan media ini.

Tercatat hingga Desember 2022, jumlah pengguna QRIS di Kaltim sudah mencapai sebanyak 392.873 pengguna. Sementara itu, total nominal transaksi QRIS di Kaltim sendiri pada bulan Desember 2022 mencapai Rp 128,25 miliar. Meningkat dibanding bulan sebelumnya dengan nominal transaksi sebesar Rp96,64 miliar.

Dari sisi volume, transaksi QRIS mencapai 898,48 ribu transaksi. Meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya dengan volume transaksi 712,07 ribu transaksi. QRIS turut membantu UMKM guna memudahkan transaksi dengan para pelanggan.

Sampai dengan saat ini, jumlah merchant QRIS masih didominasi oleh Usaha Mikro (UMI) sebesar 40 persen, dan Usaha Kecil (UKE) sebesar 20 persen. Bank Indonesia perwakilan Kaltim beserta Pemprov Kaltim menargetkan sejumlah pasar tradisional menjadi pasar SIAP QRIS.

Di antara pasar tradisional yang masuk dalam bidikan BI dan Pemprov Kaltim, yakni Samarinda terdapat tiga pasar yakni, Pasar Merdeka, Pasar Loa Bahu, dan Pasar Induk Palaran. Kemudian di Berau yaitu Pasar Sanggam Adji Dilayas. Selanjutnya di Bontang, Pasar Rawa Indah dan di Kutai Barat, ada Pasar Bebaya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana