Penyebaran Nyamuk Wolbachia Masih Jauh dari Target, Dinkes Bontang Ungkap Penyebabnya

Fajri
By
265 Views

Presentase perkembangan nyamuk wolbachia di Kota Bontang tergolong masih jauh dari target. Untuk itu, Dinkes Bontang turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang kembali melakukan monitoring dan evaluasi keberhasilan, upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan metode nyamuk berwolbachia. Dilaksanakan di Kecamatan Bontang Utara dari tanggal 4-10Juni 2024.

Kepala Dinkes Bontang Bakhtiar Mabe melalui Ketua Tim Kerja Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Nur Ilham Ahmad mengatakan, monitorin dan evaluasi dilkasanakan di empat kelurahan, yakni Lok Tuan, Api-Api, Bontang Baru, dan Gunung Elai.

“Kita melakukan pengambilan sampel nyamuk dewasa. Dalam satu kelurahan itu masing-masing 10 titik atau 5-6 rumah,” ungkapnya kepada wartawan Akurasi.id, Rabu (5/6/2024).

Dia bilang, tujuan evaluasi serta monitoring tersebut yakni untuk melihat nyamuk wolbachia yang sudah ada. Target yang harus dicapai yakni sebanyak 60 persen. Akan tetapi, saat ini presentase perkembangan nyamuk wolbachia di Kota Bontang tergolong masih jauh dari target.

Berdasarkan data Dinkes Bontang, pada monitoring dan evaluasi serupa yang dilaksanakan di 3 Kecamatan Kota Bontang. Di Bontang Utara presentase nyamuk wolbachia sebanyak 18,4 persen, Bontang Barat 32,1 persen, dan Bontang Selatan 30,9 persen.

“Karena di Bontang Utara itu sangat rendah, maka kita lakukan pemberian servis atau peletakan ember wolbachia kembali sebanyak enam kali di titik-titik yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Nyamuk dewasa yang diambil akan diserahkan ke karantina kesehatan untuk dipilah yang mana nyamuk Aedes dan bukan. Kemudian, dikirim ke Balai Besar Laboraturium Kesehatan Masyarakat di Banjar Baru apalah nyamuk tersebut berwolbachia atau tidak.

“Kurang lebih dua minggu setelah dikirim, baru kelihatan berapa jumlah nyamuk wolbachia yang ada,” katanya.

Sebagai informasi, untuk melihat efektivitas nyamuk wolbachia dalam menanggulangi penyebaran kasus DBD di Kota Bontang baru dapat di evaluasi setelah target 60 persen penyebaran nyamuk wolbachia tercapai. Kalau sudah 60 persen, baru dianggap stabil,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuraini
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana