Telan Korban Jiwa, Warga Guntung Harap Dibangunkan Jalan Samping Sungai

Devi Nila Sari
186 Views

Warga RT 2 Kelurahan Guntung minta Pemkot Bontang segera membuatkan jalan di samping bantaran sungai sebagai akses. Sebab, keberadaan turap seluas 40 sentimeter sebagai akses warga sangat rawan untuk dilalui.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Warga RT 2 Jalan Gantar, Kelurahan Guntung Kecamatan Bontang Utara, meminta agar segera dibuatkan jalan di samping bantaran sungai. Khususnya, di kawasan tempat meninggalnya seorang balita 4 tahun di kawasan tersebut.

Pasalnya, turap seluas 40 sentimeter yang berada di samping sungai, yang kerap dijadikan akses jalan oleh sebagian warga di sana, memang terbilang sempit. Selain sulit karena sempit, mereka juga tidak bisa pulang atau keluar dari rumah jika air sungai sedang pasang.

Selain itu, Ketua RT 2 Guntung Syaiful mengatakan, karena tidak ada jalan sebagai akses utama pulang ke rumah. Mereka juga terpaksa harus menitipkan kendaraan disamping jalan atau di rumah orang lain.

Ditambah lagi, di sungai itu seringkali ada buaya. Bahkan, sebelumnya, sempat viral seorang ibu rumah tangga diterkam buaya. Tepat di sungai yang sama dengan anak usia 4 tahun yang ditemukan tenggelam, belum lama ini. Jaraknya hanya kurang lebih 10 meter saja.

Hal inipun menjadi keresahan masyarakat. Sebab, di tengah sulitnya hilir mudik untuk pulang pergi dari rumah. Keselamatan dan nyawa mereka juga turut menjadi ancaman.

“Walaupun sudah sempat direlokasi beberapa (buaya), tapi masih ada yang sering muncul. Ada yang besar, banyak yang masih kecil juga,” ungkap Saiful kepada wartawan Akurasi.id.

Warga Sudah Ajukan Pembuatan Jalan Sejak 2021

Tentunya dalam kondisi seperti itu, tidak hanya berbahaya bagi anak-anak. Bahkan orang dewasa pun bisa menjadi korban. Balita yang tenggelam, juga diduga warga akibat terpelset saat melewati turap. Bagaimana tidak, selain sempit, tidak ada pengaman seperti pagar disampingnya.

Sebagai informasi, kasus tenggelamnya anak di lokasi tersebut sudah terjadi tiga kali. Namun, bocah 4 tahun itu adalah korban pertama yang meregang nyawa.

“Kalau korban sebelumnya sempat diselamatkan warga, sedangkan yang balita ini tidak ada yang lihat,” tambahnya.

Syaiful bilang, sudah sejak 2021 ia mengajukan pembangunan jalan di sana. Akan tetapi hingga kini belum direalisasikan. Ia berharap setelah kejadian tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang akan mengambil tindakan, guna memberi solusi bagi masyarakat.

Selain pembangunan jalan di bantaran sungai, ia juga berharap, turap yang telah roboh disekitaran lokasi kejadian bisa segera dibangun kembali. Sebab,saat sedang pasang, air dari sungai langsung masuk ke pemukiman warga. Tak hanya air, buaya di sungai juga sering terlihat masuk ke lingkungan rumah warga melewati turap yang roboh.

“Saya pikir seharusnya sudah menjadi perhatian khusus pemerintah. Mengingat, sudah terjadi beberapa kasus dan sudah ada korban jiwa yang meninggal,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nuraini
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana