Partisipasi masyarakat Kota Taman dalam mengikuti pelatihan dinilai rendah. Oleh karena itu, BLKI Bontang imbau masyarakat untuk mengikuti dan memanfaatkan pelatihan yang ada.
Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dalam rangka menanggulangi kemiskinan dan mengatasi angka pengangguran, Pemprov Kaltim melalui instansi terkait bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang. Akan membuka sebanyak 37 jenis pelatihan bagi masyarakat Kota Taman, sebutan Bontang.
Diharapkan, melalui pelatihan yang diberikan, akan menambah keahlian para pencari kerja di Bontang. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah bersaing, baik di dalam maupun luar daerah.
Akan tetapi, minat dan partisipasi masyarakat untuk mengikuti pelatihan yang disediakan dinilai rendah. Hal itu dikeluhkan oleh Kepala UPTD BLKI Kota Bontang, Ismid Rizal.
Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya merasa kesulitan mencari peserta pelatihan. Hal ini terjadi pada 6 dari 37 paket program yang telah berjalan di Februari lalu.
“Kemarin yang sudah berjalan, pelatihan teknik las, teknik listrik, bisnis manajemen, processing pembuatan kue dan roti, dan pengolahan ikan dan garmen apparel ,” ungkapnya kepada wartawan Akurasi.id.
Katanya, berdasarkan program yang telah berjalan itu, awalnya sangat sedikit masyarakat yang mendaftar. Padahal, pihaknya telah melakukan sosialisasi hingga ke tingkat RT, demi mencari peserta.
“Apa mungkin karena jauh kalau harus ke kantor BLKI di Bontang Lestari, atau emang tidak berminat, kurang tau pasti. Tapi yang jelas, kami selalu berusaha menyebarkan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat,” ujarnya.
Dibuka Maret 2024, Masyarakat Diimbau Ikuti Pelatihan BLKI
Menurutnya, kesempatan sebaik ini seharusnya bisa lebih dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Mengingat, Bontang merupakan daerah dengan presentase tertinggi, jumlah pengangguran terbanyak di Kaltim. Dimana, penyebab utamanya yakni kurangnya kompetensi sumber daya manusia (SDM).
Program ini tentunya merupakan salah satu solusi terbaik yang telah diberikan oleh pemerintah. Apalagi untuk menjalankan 37 program tersebut, Pemprov Kaltim diketahui menggelontorkan anggaran sebanyak Rp7 miliar.
Oleh karena itu, Ismid mengimbau masyarakat, yang ingin mengetahui informasi terkait pendaftaran pelatihan yang akan dilakukan selanjutnya, agar mengecek ke instagram @blkibontang atau instagram @dinasketenagakerjaanbtg.
“Masih ada 31 program lagi, masa pelatihan 35 hari. Setelah itu, buka kembali untuk pelatihan selanjutnya,” kata dia.
Adapun untuk benefit yang akan didapat oleh peserta selama mengikuti pelatihan, yakni jaminan bpjs ketenagakerjaan, uang saku Rp35ribu perhari selama 35 hari pelatihan, dan mendapat konsumsi sekali dalam sehari. Tentunya sertifikat serta ilmu yang bermanfaat.
Rencananya, pelatihan selanjutnya akan dibuka pada akhir Maret 2024. Terkait persyaratan yang harus dipenuhi oleh peserta, akan disesuaikan jenis pelatihan yang akan diikuti.
“Seluruh persyaratannya akan di bagikan di media sosial kami,” pungkasnya. (*)
Penulis: Nuraini
Editor: Devi Nila Sari