Angin Segar bagi Calon Haji Kaltim dan Umrah, Kemungkinan Bisa Berangkat Tahun Ini

kaltim_akurasi
228 Views
Meski pandemi Covid-19 telah melandai namun keberangkatan calon haji Kaltim dan umrah masih menunggu instruksi pemerintah pusat. (Ilustrasi)
Meski pandemi Covid-19 telah melandai namun keberangkatan haji dan umrah masih menunggu instruksi pemerintah pusat. (Ilustrasi)

Calon haji Kaltim diminta bersabar. Pasalnya, kemungkinan tahun 2022 ibadah haji dan umrah kembali digelar. Keberangkatan haji dan umrah merupakan keputusan pemerintah Arab Saudi yang harus diikuti negara lainnya, termasuk Indonesia.

Akurasi.id, Samarinda – Mengawali 2022 keberangkatan haji dan umrah mendapat angin segar. Meski saat ini pandemi Covid-19 belum usai, bahkan varian Omicron mulai merebak di Indonesia maupun belahan dunia lainnya, namun kemungkinan keberangkatan haji dan umrah di tahun ini masih positif.

Sebab, rencananya ibadah umrah akan kembali berjalan di 2022 ini. Pemerintah meyakini pelaksanaan umrah nantinya akan menjadi tolak ukur pelaksanaan haji setelah 2 tahun penantian.

Kendati demikian, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kaltim Masrawan menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima instruksi lebih lanjut terkait pelaksanaan haji dan umrah tahun 2022.

“Kami juga masih menunggu instruksi dari pusat, ada keberangkatan atau tidak. Saat ini belum ada pemberangkatan. Kita berdoa saja tahun ini sudah berangkat,” terangnya, belum lama ini.

[irp]

Ribuan Calon Haji Kaltim Dalam Daftar Tunggu

Masrawan mengakui, dua tahun penantian menyebabkan daftar tunggu pelaksanaan haji dan umrah di Kaltim semakin panjang. Berdasarkan data Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, sedikitnya 2.539 calon jemaah Kaltim dalam waiting list atau daftar tunggu.

Dengan rincian Kota Samarinda sebanyak 567 orang, Kota Balikpapan sebanyak 522 orang, Kabupaten Kutai Kartanegara sebanyak 525 orang, Kabupaten Tanah Pasir sebanyak 243 orang.

Kemudian, Kabupaten Kutai Timur sebanyak 175 orang, Kabupaten Berau sebanyak 147 orang, Kota Bontang sebanyak 143 orang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak 126 orang, Kabupaten Kutai Barat sebanyak 85 orang, dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sebanyak 6 orang.

Namun ia menegaskan, ketika ada pemberangkatan maka jemaah yang menanti keberangkatan haji dan umrah sejak 2019 yang menjadi prioritas. Pihaknya pun telah melakukan persiapan sejak jauh hari. Sementara calon jemaah lainnya, harus sabar menunggu.

“Saat ini yang bersiap-siap itu jemaah kemarin yang tahun 2019. Namun persiapan sudah kami siapkan semua, yang jelas tinggal berangkatnya saja,” ujarnya

[irp]

Pemprov Minta Calon Jemaah Bersabar

Sementara itu, menurut Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, keberangkatan haji dan umrah merupakan keputusan pemerintah Arab Saudi.

“Saya kira kalau keputusan pemerintah Arab Saudi ya kita turuti, sabar saja. Insyaallah sepertinya (Omicron) tidak sedahsyat delta ya, mudah-mudahan ada keputusan yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Orang nomor dua di Benua Etam, sebutan lain Kaltim ini pun meminta calon jemaah haji dan umrah bersabar. Karena seyogianya pandemi yang menjadi penyebab tertundanya keberangkatan haji dan umrah merupakan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Ini takdir. Meski tidak ada Covid-19 pun, sangat mungkin undangan Allah itu bisa tertunda, baik haji maupun umrah. Ini adalah takdir yang harus kita terima dengan legowo dan penuh kesabaran,” tuturnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana